Susu Pasteurisasi atau UHT? Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui


Susu pasteurisasi

Kemasan susu di rak supermarket terlihat mirip, tetapi cara pengolahannya bisa berbeda. Ada susu yang harus selalu disimpan dingin, ada pula yang praktis disimpan di suhu ruang sebelum dibuka.

Perbedaan tersebut berkaitan dengan proses pemanasan. Dengan memahami pasteurisasi, kita bisa memilih susu berdasarkan rasa, penyimpanan, dan kebiasaan keluarga.

Apa Itu Pasteurisasi pada Susu?

Pasteurisasi adalah proses memanaskan susu pada suhu tertentu selama waktu tertentu untuk mengurangi mikroorganisme berbahaya. Proses ini meningkatkan keamanan susu tanpa menjadikannya steril sepenuhnya.

Salah satu metode yang umum digunakan adalah memanaskan susu sekitar 72°C selama kurang lebih 15 detik, kemudian segera mendinginkannya.

Karena pemanasannya singkat, karakter segar susu tetap terasa. Susu pasteurisasi harus disimpan dalam lemari pendingin dan dikonsumsi sesuai petunjuk pada kemasan.

Susu jenis ini tetap menjadi sumber protein, kalsium, riboflavin, vitamin A, fosfor, dan vitamin B12. Jumlahnya dapat berbeda pada setiap produk. Jadi, gunakan tabel Informasi Nilai Gizi sebagai rujukan.

Apa Perbedaan Susu Pasteurisasi dan UHT?

Susu pasteurisasi dan UHT sama-sama berasal dari susu segar serta melalui pemanasan. Perbedaannya terletak pada suhu, durasi, pengemasan, dan penyimpanan.

1. Suhu dan Durasi Pemanasan

Susu pasteurisasi membutuhkan pemanasan dalam waktu singkat dengan suhu yang lebih rendah. Adapun UHT, singkatan dari Ultra High Temperature, umumnya menggunakan suhu sekitar 135–145°C selama beberapa detik.

Proses UHT menghasilkan produk yang steril secara komersial ketika dikemas secara aseptik. Susu UHT yang belum dibuka dapat disimpan pada suhu ruang sesuai tanggal kedaluwarsa dan petunjuk kemasan.

2. Penyimpanan dan Masa Simpan

Susu pasteurisasi harus berada dalam rantai dingin sejak distribusi hingga dikonsumsi, sehingga masa simpannya lebih singkat daripada UHT.

Susu UHT lebih praktis untuk stok atau perjalanan karena tidak memerlukan pendinginan sebelum dibuka. Setelah dibuka, susu UHT tetap perlu dimasukkan ke lemari pendingin dan dihabiskan sesuai petunjuk label.

3. Rasa dan Kandungan Gizi

Perbedaan suhu pemanasan dapat menghasilkan karakter rasa yang berbeda. Susu pasteurisasi umumnya terasa lebih mendekati susu segar, sedangkan UHT dapat memiliki sedikit cita rasa hasil pemanasan.

Keduanya tetap dapat menyediakan protein, kalsium, vitamin, dan mineral. Proses panas dapat memengaruhi sebagian komponen yang sensitif terhadap suhu, tetapi tidak tepat menganggap susu UHT kehilangan seluruh nutrisinya.

Baca Juga: Raw Food Ala Orang Sunda

Susu Pasteurisasi dan Susu Bubuk, Apa Bedanya?

Perbedaan susu pasteurisasi dan susu bubuk
Pilihlah susu sesuai dengan kebutuhan.

Susu bubuk dibuat dengan mengurangi kandungan air pada susu hingga menjadi bentuk kering. Hasilnya lebih mudah disimpan dan mempunyai masa simpan lebih panjang.

Susu bubuk perlu dilarutkan kembali menggunakan air sesuai takaran. Sementara itu, susu pasteurisasi berbentuk cair dan siap diminum, sehingga rasa segarnya dapat langsung dinikmati tanpa penyeduhan.

Kandungan susu bubuk dapat berbeda menurut formulasi, fortifikasi, dan bahan tambahan. Karena itu, periksa komposisi serta nilai gizi, bukan hanya bentuk produknya.

Bingung Memilih Susu dan Takut Salah Simpan? Ini Solusinya!

Kesalahan yang sering terjadi adalah memperlakukan semua susu dengan cara sama. Susu pasteurisasi dibiarkan terlalu lama di luar kulkas, sedangkan susu UHT yang sudah dibuka tetap disimpan pada suhu ruang.

Solusinya, periksa jenis pengolahan dan petunjuk penyimpanan. Pilih Greenfields Fresh Milk bila kamu menyukai rasa segar, lembut, dan creamy serta memiliki penyimpanan dingin.

Keunggulan Susu UHT ada pada kepraktisannya sehingga mudah dibawa bepergian atau disimpan sebagai stok di rumah.

Apa pun jenisnya, cek kondisi kemasan, tanggal kedaluwarsa, komposisi, takaran saji, dan Informasi Nilai Gizi. Hindari kemasan yang menggembung, bocor, atau rusak.

Tips Memilih Susu yang Baik untuk Keluarga

Berikut ini beberapa tips untuk memilih susu:

  • Pilih susu dengan kandungan alami seperti protein dan kalsium.
  • Baca label kemasan dan daftar komposisinya.
  • Sesuaikan proses pengolahan dengan kebutuhan penyimpanan dan kepraktisan.
  • Pilih produk yang dikemas secara higienis dan memiliki proses produksi jelas.

Greenfields Fresh Milk terbuat dari 100% susu segar dari Greenfields Farm dan dikemas dalam waktu 48 jam untuk menjaga kesegarannya. Susu ini mengandung nutrisi alami seperti kalsium, protein, vitamin A, B1, B2, fosfor, dan magnesium tanpa fortifikasi.

Kenapa Harus Pilih Greenfields?

Sebagai pelopor Fresh Milk Pasteurisasi No. 1 pilihan keluarga Indonesia, Greenfields berkomitmen untuk menghadirkan “Jujurly Pure, Jujurly Fresh”.

Susu Greenfields 100% berasal dari peternakan milik sendiri di dataran tinggi Jawa Timur, yang merupakan peternakan terbesar di Indonesia.

Greenfields menggunakan teknologi pemerahan modern dengan no-hand touch milking process atau tanpa sentuhan tangan. Hal itu karena Greenfields hendak memastikan setiap tetes susu yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik.

Peternakan ini menjadi rumah bagi lebih dari 20.000 sapi Holstein dan Jersey.

Sapi-sapi tersebut dirawat 24/7 oleh ahli gizi dan dokter hewan untuk menjamin kesejahteraan sapi serta menghasilkan susu segar kaya nutrisi.

Kontrol sejak dari peternakan hingga proses pemerahan menjadi alasan rasional untuk memilih Greenfields Fresh Milk sebagai bagian dari menu keluarga.

Baca Juga: Sirop Favorit Saat Lebaran

Pahami Pasteurisasi agar Tidak Salah Memilih Susu

Apakah susu pasteurisasi bernutrisi?
Susu UHT dan pasteurisasi sama-sama bernutrisi.

Pasteurisasi dan UHT sama-sama menggunakan panas untuk meningkatkan keamanan susu, tetapi suhu, penyimpanan, masa simpan, dan karakter rasanya berbeda. Susu bubuk memiliki karakter tersendiri karena airnya telah dikurangi dan perlu diseduh kembali.

Yuk, pilih sesuai kebutuhanmu. Pilih Susu Greenfields dan produk susu lain yang dapat menemani aktivitas keluarga setiap hari.

FAQ

Q: Apa yang dimaksud dengan pasteurisasi?

A: Pasteurisasi adalah proses memanaskan susu pada suhu tertentu selama waktu tertentu untuk mengurangi mikroorganisme berbahaya. Susunya tetap perlu disimpan dingin.

Q: Apa perbedaan utama susu pasteurisasi dan UHT?

A: Perbedaannya terletak pada suhu pemanasan, masa simpan, dan penyimpanan. Susu pasteurisasi harus disimpan dingin, sedangkan UHT dapat disimpan pada suhu ruang sebelum dibuka.

Q: Apakah susu UHT tidak memiliki nutrisi?

A: Tidak. Susu UHT tetap menyediakan protein, kalsium, vitamin, dan mineral. Periksa jumlahnya melalui tabel Informasi Nilai Gizi pada kemasan.

Q: Apakah susu pasteurisasi harus selalu masuk kulkas?

A: Ya. Simpan dalam kondisi dingin sejak dibeli hingga dikonsumsi dan ikuti petunjuk penyimpanan yang tercantum pada kemasan.

Q: Mana yang lebih baik, susu pasteurisasi atau UHT?

A: Keduanya dapat dipilih. Susu pasteurisasi cocok untuk kamu yang menyukai karakter segar, sedangkan UHT lebih praktis untuk stok dan perjalanan sebelum kemasannya dibuka.


Tidak ada komentar

Komentar dimoderasi dulu karena banyak spam. Terima kasih.