04 June 2009

Bedah Buku di Untirta # 4 : Menjemput Risalah-Mu


Bedah Buku di Untirta -- Setelah sempat kaget karena harus masuk ke kampus teknik, yang bisa dipastikan dihuni oleh banyak cowok. bedah buku jalan juga.

Ternyata aku keliru. Anak cowok juga suka membaca novel. Malah beberapa curhat kepengen nulis novel atau cerita pendek. Wuaaah....! Hebat.

Jadi penulis memang tidak melihat gender atau latar belakang pendidikan. Siapa aja bisa. Modal utama untuk bisa menulis novel atau cerita pendek adalah: TIDAK BUTA HURUF.




Sharing Seru

Karena acaranya sharing, jadi muncul banyak pertanyaan dan komentar yang menarik. Misalnya :


  • Dari semua novel yang udah kutulis, mana yang paling menggambarkan aku? Pasti Bodyguard Bawel, ya? Secara, bawelnya kok sama..... 
No comment aja, deh :D

  • Novel cuma fiksi kan, ya?
Novel memang fiksi tapi nggak sekadar ngayal. Supaya bagus, bikin riset kecil-kecilan. Baca-baca buku atau searching aja di internet, buanyak hasilnya. Fiksi yang diangkat dari fakta lagi ngetren lho.

  • Kapan sih waktu yang paling enak untuk nulis?
ini sih individual banget. ada yang suka pagi hari, siang hari, malam hari, di tempat sepi, di kafe, harus mancing dulu, harus sambil ngerokok, dsb.
kalo aku sendiri sih lebih suka dini hari  tapi gak mesti juga. Yang penting sih jangan sambil diajak ngobrol aja.


  • Sering kirim cerpen ke majalah kok ditolak melulu?
Cuek aja. ditolak kan nggak berarti jelek. Kali aja medianya kurang cocok atau momennya yang kurang pas. Maju terus pantang mundur, lah.


  • Gimana supaya tau tema apa yang lagi disukai?
bisa dengan lihat-lihat di toko buku, lihat-lihat di internet, baca-baca majalah, atau telepon aja ke penerbitnya.


  • Kenapa judul novelnya Menjemput Risalah-Mu?
Waaa... Mas Imam Risdyanto...! Help dwong. Jawabannya apa, Mas? Ayo Mas, tanggung jawab nih. Mas Imam kan yang ngubah-ngubah judulnya. Hehe....

Nggak kerasa hari udah mulai sore. Kalau nggak ingat harus segera kembali ke Bandung, kayaknya masih betah nih di sini. Serius. Asyik banget. Anak-anak sini ekspresif banget... termasuk waktu rebutan kotak konsumsi. Hehehe... Pisss....!


Baca Juga

Bedah Buku di Untirta 1: Perjalanan
Bedah Buku di Untirta 2: Tajir Selagi Muda
Bedah Buku di Untirta 3: Menuju Cilegon

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...