22 June 2017

ASUS E202, Piranti Untuk Meningkatkan Produktivitas





Sebenarnya saya menghindari submit naskah lomba pada saat-saat terakhir. Begitu juga dalam urusan mengirim file naskah pada penerbit atau klien.

Saya sadar banget risikonya besar kalau mepet-mepet deadline. Sinyal internet mendadak ambles ke dasar bumi, kuota internet habis dan udah terlalu malam untuk ke luar rumah, saya tertidur sebelum mengirim naskah, mati listrik, atau negara api mendadak menyerang.


Belum lagi urusan berpacu dalam melodi dengan adrenalin. Duh, enggak deh. Itu nggak baik bagi berat badan saya karena saya nggak bisa mikir cepat kalau nggak sambil memamah biak ngemil.

Jadi, sebisa mungkin nggak mepet-mepet deadline. Tapi itu sebisa mungkin. Kadang-kadang NGGAK BISA!

Dan tulisan yang lagi kamu baca ini termasuk golongan yang NGGAK BISA itu.

Satu Laptop Untuk Berdua

Sepiring berdua mungkin terdengar romantis. Kalau selaptop berdua? Hehe… nggak ada romantis-romantisnya.

Di rumah hanya ada satu laptop. Ukurannya lumayan besar dan berat. Baterenya pun sudah wasalam. Jadi harus selalu nyolok ke listrik.

Nah, laptop itulah yang saya pakai untuk mencari nafkah demi segenggam berlian dan sebentuk apartemen.

Memasuki Ramadhan kemarin, saya sudah meyusun rencana. Kapan naskah klien harus beres. Kapan menulis untuk lomba, kapan ini kapan itu.

Tapi ini yang terjadi:

“Mami, aku pinjam laptopnya ya. Aku mau nulis. Mumpung lagi mood.”

Begitulah. Yang ada deadline dan bertanggung jawab menyelesaikannya tepat waktu bukan hanya saya tapi juga anak sulung saya yang penulis ABG. 

Akhirnya kami sepakati saya akan pakai laptop sampai jam sekian, setelah itu si Kakak yang makai. 

Oke sip. Eh, tapi jadi nggak sip waktu si laptop jalan selambat siput atau kadang-kadang not responding. Belum lagi kalau mesti ngecek data ini itu di web.

Duh, apa keberatan muatan ya? Naskah klien yang sedang saya pegang tebelnya muantep rek. Plus track changes di sepanjang ratusan halaman, foto, atau tabel pula.

Dan parahnya… tiba-tiba jebret! Mati listrik.

Asus E202, Notebook dengan Prosesor Terbaik

Repot nih kalau terus begini. Produktivitas jadi terhambat. Jadi ngayal deh kalaaau aja punya Asus E202. 

ASUS E202, Piranti Untuk Meningkatkan Produktivitas

 
Notebook berukuran A4 ini menggunakan Prosesor Intel hemat daya yang menawarkan masa aktif baterai hingga 8 jam, dan memiliki port USB 3.1 Type-C yang sangat menghemat waktu, karena USB dapat dicolok dari berbagai arah dengan colokan reversible setiap saatnya dan kecepatan transfer USB 3.1. Lebih cepat 11x dibandingkan USB 2.0.


ASUS E202, Piranti Untuk Meningkatkan Produktivitas


Kinerjanya juga pasti lebih cepat nih karena pakai teknologi Wi-Fi terbaru yang tiga kali lebih cepat plus dilengkapi dengan Prosesor Intel terbaik.

Weiiits….mantep banget. Nggak perlu pakai pakai loading lambat yang menguji kesabaran saat browsing, nih.

Asyiknya lagi, notebook yang hadir dalam versi Windows 10 dan juga DOS ini tersedia dalam pilihan warna Silk White, Dark Blue, Lightning Blue dan Red Rouge.

ASUS E202, Piranti Untuk Meningkatkan Produktivitas

Piranti Supaya Makin Produktif

Produktivitas berkarya tidak hanya tergantung niat. Tapi juga ketersediaan perangkatnya. Apalagi yang kerja dari rumah secara online seperti saya. Notebook dan akses internet merupakan perangkat yang mesti ada dan prima.

Kombinasi niat, peluang, dan piranti yang tepat akan memuluskan jalan untuk meningkatkan produktivitas. Makin produktif dan kreatif bersama ASUS E202, notebook berukuran 12 inci dengan baterai yang tahan lama.


Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

No comments :

Post a Comment

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...