06 May 2018

Mencari Uang Saku dengan Menulis

Mencari Uang Saku dengan Menulis
Semasa SMA dan awal kuliah, salah satu hal yang kerap mengusik pikiran saya adalah gimana caranya bisa dapatin tambahan uang saku. Maklum, uang saku ngepas banget buat ongkos dan beli gorengan.

Baru pada tahun kedua kuliah keinginan itu terwujud. Hobi menulis saya mulai mendatangkan honor. Jadi, ketika disodori tema itu untuk acara World Book Day di SMK Wikrama Bogor, saya antusias. Trust me, kita bisa nyari uang saku dari menulis.

Menulis Nonfiksi

Banyak orang yang entah kenapa beranggapan bahwa “belum sah menjadi penulis kalau belum menulis novel”. Padahal, ada banyak ragam tulisan yang bisa digarap. Baik itu fiksi maupun nonfiksi.

Dari tulisan nonfiksi saja ada banyak. Misalnya artikel, esai, resensi, biografi, autobiografi, personal literature, reportase, dan catatan perjalanan.

Orang yang menuliskannya tentu disebut penulis, kan? Nggak mungkin disebut penjahit.

Dari Mana Mendapat Ide?

Kita akan menulis nonfiksi, nih. Dari mana kita bisa mendapatkan idenya?
Ide bisa kita dapatkan dari mana-mana. Misalnya dari pengalaman dan pengamatan, dari buku yang kita baca, dari musik yang kita dengar, dari film yang kita tonton.

Inget, ya. Yang kita ambil dari buku, film, dan musik itu adalah idenya. Bukannya kita salin atau ketik ulang, dan mengakuinya sebagai karya kita. Itu plagiat namanya.

Ide itu kita olah dengan pengetahuan yang kita punya, dengan pengalaman kita, dengan latar belakang kehidupan kita, dengan harapan dan nilai-nilai yang kita pegang. 

Mencari Uang Saku dengan Menulis
Menyimak siswa membacakan tugas menulisnya.(Foto: SMK Wikrama)

Ide yang sama di tangan dua orang yang berbeda, termasuk anak kembar, pasti akan menghasilkan tulisan yang berbeda. Kalau sama persis sampai, yang belakangan patut dicurigai merupakan plagiator.

Dalam menulis, perhatikan penggunaan bahasa, data (benar, relevan, keterbaruan), dan keaslian tulisan. Perhatikan pula siapa yang menjadi target pembaca kita. Tulisan untuk remaja tentu berbeda dengan tulisan untuk anak SD.

Data ini penting, nih, karena kita menulis nonfiksi. Berbeda dengan menulis fiksi yang memungkinkan kita lebih bebas berimajinasi.

Saya kemudian meminta adik-adik peserta membuat sebuah tulisan tentang brownis. Sebagai bahan, saya membagikan informasi yang saya ambil dari Wikipedia tentang sejarah singkat brownis. 

Dalam 10 menit, ternyata mereka bisa menghasilkan sebuah tulisan pendek. Ada yang menulis tentang kuliner enak di Bogor, salah satunya brownis. Ada yang menulis (seolah-olah) reportase tentang pengusaha brownis. Ada yang berfokus pada proses pembuatan brownis. Yang terakhir itu ditulis oleh siswa jurusan boga.

Informasi yang saya berikan masuk ke tulisan mereka tetapi sudah diolah dengan bahasa mereka sendiri.

Publikasikan Tulisan

Naaaah….ini. Gimana caranya?

Caranya sederhana saja: selesaikan tulisan dan publikasikan. Kalau tidak selesai, tidak dipublikasikan, gimana bisa memancing uang saku datang?

Publikasikan di mana?

Bisa kita pilih. Mau mengirimkannya ke media cetak (koran, majalah, penerbit), media digital, atau memublikasikannya di blog pribadi.

Mencari Uang Saku dengan Menulis
Foto bareng panitia dan guru SMK Wikrama. (Foto: SMK Wikrama)
 
Pasang tulisan di blog sendiri bisa menghasilkan uang saku? Bisa banget. Tapiii… syarat dan ketentuan berlaku. Hehe….  

Pertama, rajin update isi blog.
Paling tidak satu tulisan per minggu, deh.

Semua peserta acara ini ternyata semuanya blog, tapiiii… sejak dibuat setahun lalu hanya 1-2 orang yang blognya berisi lebih dari lima tulisan. Hehe… ini pasti bikin blognya karena tugas dari sekolah. 

Putri sulung saya yang SMA juga begitu. Blognya penuh sarang laba-laba. Dia lebih suka menulis novel (ssst… buku kelimanya baruuu saja terbit di Penerbit Mizan. Masih seri Fantasteen. Judulnya Ghost in Summer).

Kedua, kualitas tulisan.
Publikasikan tulisan asli, bukan memplagiat tulisan orang lain. Gunakan bahasa yang baik, benar, dan komunikatif. Jangan gunakan bahasa alay. 

Tulisan pun mesti berisi, dalam arti bermanfaat bagi orang lain. Bukan hoax atau caci maki. Kalau pakai data, berarti memakai data yang bisa dipertanggungjawabkan. Bukan data asbun.

Ketiga, banyak pengunjungnya.
Banyak pengunjung berarti banyak yang membaca tulisan kita. Syukur-syukur aktif berinteraksi melalui kolom komentar. Kalau blog sepi seperti kuburan, uang pun akan enggan mendekat.

Keempat, jalin silaturahmi dengan sesama blogger.
Lebih bagus jika bergabung dengan grup/komunitas blogger. Selain menjalin silaturahmi, di sana sering ada info tentang peluang mendapatkan penghasilan dari blog. 

Kelima, promosi.
Rajin-rajin deh mempromosikan blog kita. Setiap kali memublikasikan satu tulisan di blog, bagikan di semua akun media sosial kita. Jika diperbolehkan, bagikan juga di grup-grup Facebook. 

Dari sekian banyak orang di grup atau daftar teman kita di medsos, masa sih nggak ada yang tertarik untuk mampir dan membaca tulisan kita? Kalau memang bagus, akan ada saja yang sukarela membagikan tulisan tersebut.

Keenam, dikenali oleh Google.
Supaya dikenali oleh Google, ya mesti rajin mengisi blog.

Dapat Uang Saku dari Menulis

Gimana caranya supaya blog kita bisa menghasilkan uang saku? 

Mencari Uang Saku dengan Menulis
Bisa lho dapat uang saku dari menulis.
 
1. Ikut lomba blog.
Lomba blog itu menawarkan berbagai hadiah lho. Dari pulsa dan vocer belanja, gadget, uang tunai jutaan rupiah, hingga jalan-jalan gratis ke luar negeri. 

Contohnya, tulisan saya tentang parenting antikorupsi menadi juara 1 lomba blog dan mendapat hadiah uang tunai Rp 5 juta.

2. Artikel berbayar (paid article).
Kalau blog kita hidup, isinya sering kita perbarui, pengunjungnya, dan peringkatnya bagus, insya Allah akan berdatangan pihak-pihak yang meminta kita menulis bersponsor untuk dipasang di blog kita itu. Biasanya, bayarannya berupa vocer belanja atau uang tunai. Contohnya tulisan saya tentang tips menjadi pemenang lomba blog.

3. Content placement.
Ini seperti artikel berbayar. Bedanya, artikel sudah disediakan oleh pihak yang ingin bekerja sama dengan kita. Kita tinggal memasangnya di blog kita (bisa kita edit sedikit) dan dbayar.  Contohnya tulisan saya tentang paket data internet.

4. Iklan.
Adanya iklan di blog kita juga merupakan salah satu jalan untuk mendapatkan uang saku.

5. Liputan.
Kalau aktif di grup/komunitas blogger, sering ada undangan untuk meliput acara. Keuntungan yang kita dapatkan misalnya berupa uang tunai, vocer belanja, atau vocer makan di restoran tertentu. Misalnya tulisan saya tentang Royal Kashimura.

6. Product review.
Kalau dulu yang sering di-review hanya buku atau film, sekarang bisa berupa apa sana. Makanan, oleh-oleh, pakaian, toko, sepatu, dan sebagainya. Contohnya tulisan tentang DekNino Brownies.

 
Mencari Uang Saku dengan Menulis
Foto bareng seusai acara. (Foto: SMK Wikrama)

Asik banget, kan? Yang harus kita lakukan adalah merawat blog kita dengan baik dan konsisten mengisinya dengan konten yang bermanfaat.

Yuk, bersenang-senang menulis dan mendapatkan uang saku.

Salam,

Triani Retno A
Penulis, Editor, Blogger

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter