Kopi Setia yang Bikin Jatuh Cinta

Kopi Setia Jatinangor

Pilih yang setia, bukan sekadar yang cinta. Begitu tulisan yang tercantum di coffee shop ini.

Eh, apa-apaan nih? Kok masuk-masuk udah disuguhi quotes seperti itu? Memangnya tempat ngopi terdekat dari kampus ITB buat menyadarkan orang-orang bucin?

Nggak gitu juga sih, tapi ya boleh juga kalau mau merasa begitu. Yang jelas, coffee shop yang saya datangi kali ini memang bernama KOPI SETIA.

Jadi, udah pasti pilih yang setia, kan?

Kedai Kopi Dekat Kampus

Lokasi Kopi Setia ini cukup strategis. Dekat dengan kampus ITB (seberangan), Unpad, Ikopin, dan IPDN.

Eh, deket dengan Ikopin dan IPDN? Memangnya dua kampus itu ada di Bandung?

Hehe... nggak ada. Kedai kopi yang saya datangi kali ini bukan di Kota Bandung, melainkan di Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Unpad memang sudah lama menempati kampus baru di Jatinangor. ITB pun kemudian pindah ke Jatinangor. Udah lama juga sih. Tapi nggak lantas berubah nama jadi ITJ loh ya.

Saya tahu tentang Kopi Setia ini sekitar satu tahun lalu. Beberapa kali ke Jatinangor, tapi selalu ada tujuan lain. Baru akhir April 2024 kemarin saya bisa mampir ngopi di kedai kopi ini.

Coffee Shop yang Estetik

coffee shop buat nugas
Lantai bawah Kopi Setia.

Begitu membuka pintu kedai kopi ini, kita akan langsung bertemu dengan meja barista, hanya 2-3 langkah dari pintu (tergantung lebar langkah kaki segimana).

Di pojok ada sofa yang nyaman dengan beberapa wall decor. Di pojok lain ada dua rak pajangan.

Keluar dari ruangan ini, langsung deh masuk ke area outdoor yang estetik. Pohon yang sejak awal tumbuh di sana dibiarkan tumbuh dan menjadi peneduh alami.

Mau duduk ngopi dan ngelaptop sendirian atau mau meet up sama temen-temen, terfasilitasi di sini. Bahkan ada mini playground buat pengunjung yang bawa bocil.

Lantai dua juga merupakan area outdoor. Ada dua tangga menuju lantai dua. Yang satu agak berbahaya bagi yang pakai rok karena bisa “kelihatan” dari bawah. Tangga yang satu lagi lebih aman.

Di lantai dua ada ruangan luas dengan banyak meja-kursi kayu. Colokan juga ada di dekat setiap meja (tepatnya di lantai). Masih di lantai yang sama ada area untuk duduk lesehan santai.

Enak nih di lantai dua. Ada angin sepoi-sepoi, plus pemandangan berupa hijau pepohonan di satu sisi dan bangunan apartemen yang menjulang di sisi lain.

Tahu Lada Garam ala Kopi Setia

Tahu lada garam
Tahu lada garam, seporsi Rp 27.000.

Nggak tau gimana coffee shop di kota lain, tapi kalau di Bandung biasanya ada camilan merakyat seperti cireng saus rujak dan tahu lada garam.

Saya pertama kali ngemil tahu lada garam ini di Cafe Panas Dalam, waktu nunggu Boy Candra selesai manggung. Alhamdulillah, pengalaman pertama yang bagusss karena rasanya cocok di lidah saya.

Setelah itu, kalau di coffee shop yang saya datangi ada menu tahu lada garam, saya pesan. Buat ngemil sambil ngopi dan ngelaptop.

Semuanya selalu saya bandingkan dengan yang pertama saya nikmati. Enak sih, tapi masih kalah dibandingkan yang di Panas Dalam. Sampai saya duduk ngopi di Kopi Setia dan mencicipi tahu lada garamnya.

Terbaiiiiik!

Tampilannya yang eye catching sudah menggoda sejak pandangan pertama. Bayangin aja, tahu kuning berselimut tepung bertabur irisan serai dan cabe rawit merah ceria ditata di atas piring berwarna hijau cerah. Warna hijau tua dari daun bawang dan daun jeruk menjadi penyeimbang.

Rasa, gimana rasanya?

Tahunya empuk dengan tepung yang renyah. Rasa gurihnya normal dengan rasa pedas yang tipis-tipis menggoda. Kalau diperhatikan sih tepungnya pakai bubuk cabai (atau tepung bumbu pedas?) dan biji cabe.

Nikmati tahunya dengan potongan segala taburan penghiasnya. Rasa pedas cabe rawit, rasa dan aroma khas daun jeruk, plus gurihnya terasa sempurna bagi saya.

Iya, bagi saya. Hehe.... Bagi yang no micin garis keras pasti langsung mundur teratur.

Fyi, kalau dalam bahasa Indonesia lada bersinonim dengan merica, dalam bahasa Sunda lada berarti pedas.

Jadi, teman-teman yang dari luar Jawa Barat jangan kaget kalau pesan tahu lada garam tapi nggak ada rasa merica. Yang ada malah rasa pedas dari cengek alias cabe rawit.

Es Kopi Susu

Es kopi susu
Es kopi susu buat nemenin nugas di Kopi Setia.

Walaupun di Jawa Barat (Bandung, khususnya) ngopi tidak selalu berarti minum kopi, untuk minuman kami tetap memesan kopi.

Pilihan kami kali ini adalah kopi butterscotch (Rp 16.000) dan kopi almond (Rp 16.000). Keduanya dengan pesan khusus: less sugar.

Saya agak ragu sih waktu mau pesan kopi almond. Pernah pesan kopi jenis ini di 2 coffee shop di Bandung dan saya berjanji nggak akan pesan lagi. Hehe....

Tapi kali ini entah kenapa saya pesan juga. Mungkin karena harganya, mungkin juga karena prinsip “beda peracik, beda rasa”.

Untungnya, pilihan saya itu tidak membawa penyesalan. Kopi almond di Kopi Setia ini lebih bisa diterima oleh lidah saya. Rasa kacang almond terselip di antara rasa pahit espresso, sedikit manis, dan creamy dari susu.

Kopi butterscocth menghadirkan rasa yang lebih ramai dengan sedikit rasa gurih. Butterscotch ini sendiri merupakan sirop karamelisasi dari gula merah.

Yang jelas, kedua jenis minuman ini harus dinikmati dengan es. Bukan apa-apa. Namanya saja es kopi kan, masa nggak pakai es. Hehe....

Makin Jatuh Cinta

Coffee shop yang ada mushalanya
Ruangan dengan pintu lengkung itu adalah mushala.

Saya lumayan lama duduk-duduk ngopi sambil menikmati semilir angin di lantai dua Kopi Setia. Shalat Zuhur dan Ashar pun di mushola kedai kopi ini.

Nggak berharap banyak sih soal mushalanya. Ada mushala aja udah bersyukur banget karena nggak semua coffee shop punya. Makanya, kedai kopi seperti Dewaji Coffee Lab sering saya datangi karena di sana tersedia mushala.

Eh tapi ternyata yang saya dapatkan melebihi ekspekstasi.

Di sebelah pintu masuk mushala ada keran untuk wudhu. Oh, di situ tempatnya. Tapiii ternyata untuk perempuan tempat wudhunya ada di dalam mushala, ditutup dengan tirai plastik estetik yang cukup tebal.

Wow!

Dari sekian coffee shop yang pernah saya datangi, baru kali ini saya menemukan yang begini. Masya Allah. Mau wudhu juga tenang. Nggak nyampur dengan laki-laki atau terpaksa wudhu di toilet. 

Cuma kalau boleh usul niiih, di bagian yang dekat rooster dipasang tirai juga biar yang lagi wudhu nggak kelihatan dari celah-celahnya. 

Ketika mengambil mukena untuk shalat, sekali lagi saya merasa mendapat kejutan. Mukena-mukenanya bersih dan wangi. Semoga memang selalu begini ya, bukan karena kebetulan baru diambil dari laundry.

Alhamdulillah. Seneeeng banget rasanya. Asli ini mah, kalau deket dari rumah saya bakal sering ke sini.

Btw, kalau kalau sedang di Jatinangor atau kebetulan lewat, coba deh mampir ke Kopi Setia. Cuma ini letaknya di jalan satu arah, kalau kebablasan muternya jauh lagi.

Mendingan sih kalau sudah sampai di depan kampus Ikopin, turunkan kecepatan kendaraan karena lokasinya sudah dekat.

Alamat Kopi Setia

Tempat ngopi murah
Lantai atas yang luas dan asik buat nugas.

Coffee shop di Bandung bagian timur sampai ke Jatinangor tidak sebanyak di Bandung kota. Padahal kan kadang kita butuh coffee shop buat nugas atau meet up.

Salah satu dari yang tidak banyak itu adalah Kopi Setia Jatinangor. Lokasinya yang di dekat empat kampus besar juga membuat vibes nugasnya lebih terasa.

Alamat Kopi Setia
Jl. Raya Jatinangor No. 44, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat

Waktu buka: Hari Senin - Minggu, pukul 08.00 – 23.00 WIB
Fasilitas: Wifi, toilet, mushala, mukena, mini playground.
Instagram: @kopisetiajatinangor


Kalau suka kedai kopi dengan vibes sederhana dan jadul, bisa mampir ke Kopi Prabu di perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, tepatnya dekat Kampus UIN Sunan Gunung Djati.

4 komentar

  1. Ini deket rumahku Teh, aku asli jatinangor tapi belum pernah ke kopi setia ini, dan ternyata nyaman juga ya.. Btw ada yang baru lagi Teh depan Jonas jatinangor, hayuk kita kesana, bukanya 24 jam katanya.

    BalasHapus
  2. Asyik banget kak suasananya, salah satu review terlengkap tentang coffe shop nih bisa jadi referensi saat nanti lewat jatinagor hehe.

    BalasHapus
  3. atuh ini mah alumayan deket lah dari rumah, hahaha. area kampus jaman kuliah juga, eh tapi aku auto ngebayangin loh ini dimana sih tepatnya? padahal kan ada google map yaa, hahaha. area atasnya tuh asyik banget deh, aku mo kesini ah me time sama partner kesayangan, adik maksudnya hahaha. btw di nagor ada bioskop gak sih? meh sekalian gitu, hihihi

    BalasHapus

Komentar dimoderasi dulu karena banyak spam. Terima kasih.