17 May 2016

Tips Mengikuti Lomba Menulis



<img alt='image' title='image' src='Tips-mengikuti-lomba-menulis.jpg' /> Informasi tentang lomba menulis bertebaran di internet. Cobalah buka Google lalu ketik kata kunci “Informasi lomba menulis”. Infomasi yang kita minta itu akan bermunculan. Dari lomba menulis novel, lomba menulis cerpen, lomba menulis artikel, lomba menulis blog, lomba karya tulis ilmiah, hingga lomba menulis pengalaman pribadi.

Jumlahnya melampaui hitungan jari. Sampai-sampai para pemburu lomba kebingungan dibuatnya. Saya sering membaca status dan komentar-komentar di media sosial tentang ini. Bingung dan stres karena banyaknya lomba menulis yang ingin mereka ikuti.

Setelah membaca tips mengikuti lomba menulis ini, semoga rasa bingung dan stres itu bisa diminimalkan. :)


Memilah Jenis Lomba Menulis

Ini tip pertama. Puluhan bahkan ratusan informasi lomba menulis yang kita temukan di internet itu kita pilah dulu berdasarkan jenisnya.
  • Lomba menulis novel.
  • Lomba menulis artikel
  • Lomba menulis puisi.
  • Lomba menulis cerpen.
  • Lomba menulis blog
  • Lomba menulis pengalaman pribadi
  • Dan lain-lain.

Lihat mana yang paling kita minati atau kita kuasai. Lomba menulis pengalaman pribadi mungkin paling simpel. Namun, kalau kita bukan orang yang suka menceritakan detail kehidupan pribadi kita kepada orang lain (apalagi nantinya akan dipublikasikan), sepertinya lomba jenis ini tidak cocok untuk kita. Apalagi untuk lomba jenis ini sering ada persyaratan menyertakan surat pernyataan bahwa kisah tersebut benar-benar nyata.

Kalau kita termasuk orang seperti itu, lomba menulis cerpen atau novel lebih cocok karena kita bisa mencampurnya dengan sekarung bumbu dan segudang imajinasi. 

Bagaimana kalau kita jago menulis novel, jago menulis artikel, dan hobi blogging sekaligus? Boleh ikut semua, dong.
Boleh saja. Ikuti tip mengikuti lomba menulis yang kedua, ya, biar nggak pusing pala betmen.



Memilah Lagi

Jika jenis-jenis lomba yang ada sudah kita pilah-pilah dan menyisakan—katakanlah—dua jenis saja, mari kita pilah lagi. Untuk pemilahan kali ini kita gunakan prinsip 5W + 1H. What, Where, When, Who, Why, How.

WHAT. Apa tema yang harus ditulis?

Jika tidak suka dengan tema lomba atau tidak menguasainya, tidak perlu memaksakan diri untuk ikut. 

Apa hadiahnya?

Ini juga pertanyaan penting. Setiap lomba memberikan hadiah yang berbeda-beda kepada pemenangnya. Ada yang berupa uang tunai, gadget, voucher belanja, pulsa, dan sebagainya. Kalau lomba novel, ada yang memberi hadiah uang tunai plus novel akan diterbitkan, ada pula yang hanya memberi hadiah uang tunai sedangkan naskah itu bebas mau diterbitkan di mana.


WHERE. Di mana lomba menulis tersebut diadakan?

Online atau offline? Jika lomba diadakan on the spot (alias langsung menulis di sebuah lokasi lomba bersama para peserta lain) sedangkan kondisi kita tidak memungkinkan untuk datang, lewatkan saja lomba itu. 

Tak perlu mengeluh karena tinggal di Kendari sedangkan lomba dilangsungkan di Bandung. Tak usah berteriak frustrasi karena lomba diadakan di kota sendiri tapi kita tidak mungkin datang (misalnya sedang UAS, ada meeting di kantor, atau nggak bisa ninggalin bayi di rumah).

Kalem saja. Lomba itu mungkin memang bukan rezeki kita, bukan untuk kita. Masih banyak lomba lain yang bisa diikuti.


WHEN. Kapan penyelenggaraan lomba menulis tersebut? Kapan tenggat waktu (deadline)nya?

Cermati tanggal-tanggal pentingnya. Tenggat waktunya memungkinkan kita ikut atau tidak? Kalau masih lama, berarti kita punya waktu untuk mengatur strategi. Termasuk mengatur strategi di sini adalah riset (jika dibutuhkan, baik riset lapangan maupun riset pustaka) dan menyesuaikan jadwal.

Jika memungkinkan, jangan kirimkan naskah pada hari terakhir lomba.
 


WHO. Siapa penyelenggara lomba menulis itu?

Penting untuk mengetahui siapa penyelenggara lomba tersebut. Dari situ bisa dikira-kira bonafiditasnya.

Tentu tidak mau, kan, kalau naskah yang diikutsertakan dalam lomba itu tak jelas kabar beritanya. Lebih parah lagi kalau penyelenggara lomba (yang tidak jelas kredibilitasnya) tiba-tiba menghilang dengan membawa naskah para peserta lomba. Ada baiknya mencari tahu dari pihak ketiga tentang penyelenggara lomba.

Kenapa pada pihak ketiga? Kalau bertanya langsung pada penyelenggara, nggak  mungkin muncul jawaban “Oh, kami pernah terlibat kasus pelanggaran hak cipta”. 

Pihak ketiga ini bisa berupa informasi di internet atau penulis lain.
Siapa yang boleh mengikuti lomba? Baca baik-baik persyaratan lomba. Ada lomba menulis yang boleh diikuti siapa saja, ada yang dibatasi pada usia tertentu, gender tertentu, tingkat pendidikan tertentu, atau tempat tinggal tertentu. Penyelenggara lomba tentu memiliki pertimbangan sendiri ketika menetapkan persyaratan tersebut.

Kalau kita berada di luar kategori peserta, berarti lomba tersebut langsung saja kita lewati. Kalau termasuk kategori peserta? Silakan pertimbangkan unsur-unsur lain dalam 5W+1H ini.


WHY. Kenapa kita ingin mengikuti lomba menulis itu?

Jawaban untuk pertanyaan lain bisa ditemukan dalam informasi lomba yang dikeluarkan oleh penyelenggara lomba. Sementara itu, jawaban untuk pertanyaan WHY ini ada di dalam diri kita sendiri.

Bisa jadi karena hadiahnya. Ada yang mengejar hadiah uang tunai, ada yang megejar hadiah gadget, dan sebagainya. Ada pula yang tidak ambil pusing hadiahnya apa, yang penting fun. Semua sah-sah aja. Kita yang paling tahu apa yang kita inginkan.

Bisa jadi karena prestisenya. Misalnya lomba menulis novel yang diadakan oleh penerbit terbesar di Indonesia. Kalau menang, nama kita sebagai penulis bisa langsung melambung.

Bisa jadi karena suka dengan temanya atau karena ingin coba-coba saja. Bisa juga karena iri melihat teman sering menang lomba menulis dan dapat hadiah macam-macam.

Yuk, cari tahu dulu supaya kita bisa lebih berfokus memilih lomba. Kalau mengejar hadiah uang tunai, kita bisa melewatkan lomba yang hanya menjanjikan e-sertifikat, voucher fitnes yang tidak bisa diuangkan pada pemenang, dan sejenisnya.


HOW. Bagaimana cara mengikuti lomba menulis tersebut?

Ini biasanya tercantum dalam persyaratan lomba. Bacalah dengan saksama. 

Ada naskah lomba yang harus dikirim melalui email, ada yang harus print out. Yang print out pun ada yang harus dilengkapi dengan CD naskah. Ada yang harus mengirimkan naskah yang belum pernah dipublikasikan di mana pun, ada yang justru harus sudah dipublikasikan di media massa.

Untuk lomba blog, ada yang SEO, semi-SEO, ada yang murni dari kualitas artikel, ada yang dari jumlah komentar. Ada yang harus menyebutkan nama sponsor dan produk-produknya, ada yang tidak. Ada yang artikelnya mesti ngiklan banget, ada yang lebih suka softselling. Ada yang mesti hyperlink, kasih do follow, ada yang cukup kasih hastag

Kalau mau ikut lomba menulis nover tapi berat mengirimkan naskah dalam bentuk print out dan penyelenggara tidak memberi toleransi, ya sudah. Kalau mau ikut lomba blog yang hadiahnya bikin ngiler tapi syaratnya mesti masuk halaman 1 Google sedangkan kemampuan SEO nol besar, ya move on aja.

Jangan sampai muncul emosi negatif. Masih bisa mencari lomba yang lain, kan? Masa dari sekian banyak lomba nggak ada yang sesuai?


Saatnya Memilih
Setelah memilah-milah, kini saatnya memilih akan ikut lomba menulis yang mana. Setelah memilih? Mulailah menulis.

Jika mengaku hobi menulis, semestinyalah menulis ini menjadi sesuatu yang menyenangkan dan bukan menjadi penyebab stres. 

Semoga berbekal tips mengikuti lomba menulis ini, aktivitas menulis jadi lebih menyenangkan dan terhindar dari stres mengejar berbagai deadline lomba.

 Selamat bersenang-senang menulis, ya. :)

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

No comments :

Post a Comment

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...