25 August 2018

Roemah Martha Tilaar, Museum Budaya Gombong


Roemah Martha Tilaar, Museum Budaya Gombong Roemah Martha Tilaar adalah salah satu destinasi yang saya incar di Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa  Tengah. 

Jujur aja, saya zonk tentang Roemah Martha Tilaar ini. Kalau jamu dan kosmetik Sari Ayu besutan Martha Tilaar sih familier. Tapi Roemah Martha Tilaar ini apa? Dalam bayangan saya, ini adalah tempat wisata kecantikan dan kesehatan.


Museum Budaya

Ternyata dugaan saya salah. Roemah Martha Tilaar ini adalah sebuah museum budaya. Meski salah duga, saya tetap puas berkunjung ke sana. 

Begitu tiba, saya mendaftar dulu. Untuk dewasa Rp 15.000 per orang. Si bungsu yang berusia 11 tahun dikenakan tarif pelajar (Rp 5.000). Untuk setiap tiket dewasa dapat satu kartu pos cantik. 

Mbak Alona kemudian memandu kami berkeliling Roemah Martha Tilaar ini.
Ada tiga bangunan di area ini. 


Roemah Martha Tilaar, Museum Budaya Gombong
Roemah Martha Tilaar, Museum Budaya Gombong

Bangunan di sayap kiri (dalam foto berarti di sebelah kanan) adalah bangunan baru. Yang dua lagi adalah bangunan yang sudah berdiri sejak tahun 1920, zaman kakek Bu Martha Tilaar yaitu Liem Siauw Lam (lidah warga lokal menyebutnya sebagai Babah Solam).

Bangunan ini memiliki arsitektur Belanda. Namun, menggunakan prinsip feng shui untuk keselamatan, kebahagiaan, dan keberuntungan penghuninya. Secara keseluruhan, semua yang ada di bangunan ini memadukan tiga kebudayaan: Belanda, Tionghoa, dan Jawa.

Waktu Seperti Tak Beranjak

Menyusuri ruang demi ruang di Roemah Martha Tilaar, rasanya waktu tak pernah beranjak pergi. Seperti masuk ke mesin waktu dan kembali ke tahun 1920. 

Roemah Martha Tilaar, Museum Budaya Gombong
Ubin tahun 1920 yang diimpor dari Belanda.

Di beberapa ruangan, terpajang foto ruangan tersebut pada masa lalu. Sama persis dengan yang ada sekarang.

Ya ampun. Gimana imajinasi nggak melayang jauh menembus waktu?
Hampir semua yang ada di bangunan ini dipertahankan  keasliannya. Dari bentuk bangunan sampai penataan ruangan. Ubinnya juga masih ubin tahun 1920 yang diimpor dari Belanda.

Perabotan yang ada hampir semuanya asli dari zaman dahulu. Meja, kursi, lemari, lampu gantung, mesin tik, kalkulator, radio, sampai gramofon.
Foto-foto keluarga dari generasi pertama Bu Martha di Indonesia pun masih terawat baik.

Ruang makan keluarga.

Roemah Martha Tilaar, Museum Budaya Gombong
Ruang makan tamu.
 
Dalam touring ini, Mbak Alona juga menceritakan sejarah Kota Gombong. Roemah Martha Tilaar ini sendiri merupakan bagian dari sejarah itu. Duluuu sekali, rumah ini dikenal oleh masyarakat sebagai kandang sapi. Pasalnya, keluarga Bu Martha memiliki peternakan sapi terbesar di Gombong. Mereka pula yang memasok susu sapi ke Benteng Van der Wijck.

Potensi budaya dan ekonomi Gombong pun diperkenalkan di sini. Dari kopi, rokok klembak hingga anyaman pandan.

Setelah menceritakan sejarah Gombong secara umum dan sejarah Roemah Martha Tilaar, Mbak Alona mengajak kami masuk. Penjelasan selanjutnya lebih ke perjalanan hidup keluarga Martha Tilaar dari generasi pertama yang datang ke Indonesia.

Roemah Martha Tilaar, Museum Budaya Gombong
Mbak Alona, pemandu wisata di Roemah Martha Tilaar.
 
Banyak kisah menginsipirasi di sini. Salah satunya ajaran nenek Bu Martha bahwa jika mengambil sesuatu dari alam berarti ada yang harus dikembalikan pada alam. Mengambil tanaman dari alam berarti harus menanam tanaman yang baru. Nenek Bu Martha ini pula yang menjadi guru jamu bagi Bu Martha.

 
Roemah Martha Tilaar, Museum Budaya Gombong
Teras belakang. Ruang makan berada di teras belakang ini.

Roemah Martha Tilaar, Museum Budaya Gombong
Halaman belakang Roemah Martha Tilaar Gombong.

 

Paket Wisata Roemah Martha Tilaar 

Rumah ini mulai difungsikan sebagai museum dan dibuka untuk umum pada bulan Desember  2014. 

Sebelumnya, rumah masa kecil Martha Tilaar ini sempat kosong dan terbengkalai selama lebih dari 40 tahun. Bangunannya rusak, kaca-kaca pecah, tanaman liar memenuhi halaman. Sampai-sampai masyarakat mengenalnya sebagai rumah hantu.

Kemudian rumah ini dipugar dan jadilah seperti sekarang. Tapi sepertinya belum terlalu dikenal, ya. Sopir mobil yang kami carter pun baru tahu Roemah Martha Tilaar ini gara-gara mengantar kami ke sana.
 
Setelah sampai di sini saya baru tahu kalau ternyata Roemah Martha Tilaar menyediakan paket-paket wisata. Termasuk memandu jika ingin ke Benteng Van der Wijck (tentang benteng ini saya tulis terpisah ya).

Roemah Martha Tilaar, Museum Budaya Gombong
Di belakang saya itu ranjang dari tahun 1920
di s
alah satu kamar tidur Roemah Martha Tilaar Gombong.
 
Temen-temen yang mau berwisata budaya dan sejarah di Gombong, saya sarankan ke Roemah Martha Tilaar ini dulu, deh, baru ke Benteng Van der Wijck.

Ada paket wisata apa aja di Roemah Martha Tilaar? Ini dia.

1. Paket Serambi Belajar
Paket ini cocok untuk anak-anak sekolah. Merupakan  alternatif kegiatan pembelajaran yang mendekatkan anak pada lingkungan, menumbuhkan rasa bangga pada kelokalan dan isinya, serta mengembangkan jiwa kemandirian dan kerja sama. 

Ada lima tema yang bisa dipilih dalam Paket Serambi Belajar ini.

  • Menyikapi sampah.
  • Konservasi alam.
  • Kewirausahaan.
  • Sejarah Gombong.
  • Mengenal tanaman obat keluarga.

Untuk mengikuti paket ini, tiap anak TK/SD dikenakan biaya Rp 10.000 per anak. Sedangkan untuk anak SMP/SMA Rp 15.000 per anak.

2. Paket  Jelajah Pusaka (Wisata Heritage Gombong)
Paket wisata yang ini mengajak kita menyusuri sejarah Kota Gombong. Wisata dilakukan dengan berjalan kaki mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti rumah tinggal, sekolah, pabrik, makam, dan situs-situs penting.

Berapa lama waktu berwisatanya? Hm … sekitar 4-5 jam, dengan jarak tempuh sekitar 3 kilometer. Biayanya Rp125.000 sampai Rp 200.000.

Kalau males jalan kaki atau terkendala sesuatu (misalnya waktu yang sempit atau kondisi fisik yang tidak memungkinkan), bisa kok nyewa sepeda onthel, motor, mobil, atau becak motor. Tentu aja ada biaya tambahannya.

Roemah Kopi

Selain kedua paket itu, masyarakat umum juga bisa menyewa tempat ini untuk foto prewedding (banyak instagrammable spot di sini). Untuk meeting dan resepsi nikah juga bisa.

Oya, bangunan baru tempat saya mendaftar tadi ternyata disebut Roemah Kopi. Di sini kita bisa bersantai sambil menikmati kopi lokal. 

 
Roemah Martha Tilaar, Museum Budaya Gombong
Roemah Kopi, bisa ngopi-ngopi ketje di sini.

Roemah Martha Tilaar, Museum Budaya Gombong
Roemah Kopi, sekaligus tempat pendaftaran dan showroom oleh-oleh.


Sayangnya saya nggak sempat ngopi-ngopi cantik di sini karena ngopi-ngopi Roemah Kopi baru mulai pukul 17.00. Kereta api yang akan membawa saya kembali ke Bandung berangkat pukul 16.20.


Roemah Martha Tilaar
Jl. Sempor Lama No. 28
Gombong, Kabupaten Kebumen 54412
Telp. (0287) 473-313.
www.roemahmarthatilaar.org

Waktu buka
Hari: Selasa - Minggu
Jam : 09.00 - 16.00 WIB
 
 
Kenapa bawaannya jadi pengin nari, ya? :D
  
Selamat jalan-jalan di Gombong, ya.
Salam,


Triani Retno A
Penulis, Editor, Blogger
 

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter