Hijab for Sisters

Ngopi Santai di Jalan Pulang

Toko Kopi Jalan Pulang

Lagi di mana?

Di Jalan Pulang.

Oh, oke. Hati-hati di jalan ya.

Hehehe … Sepertinya itu komentar yang lumrah kalau ada yang bilang lagi di jalan pulang. Tapi ini bukan jalan pulang. Ini adalah Jalan Pulang. 


Kedai Kopi Dekat Puri Dago

Setiap kali ke Puri Dago atau melintasi Terusan Jalan Jakarta, plang berwarna hitam dengan tulisan Jalan Pulang ini menyapa pandangan saya.

Sekilas jenis hurufnya mirip yang digunakan sebuah coffee shop hits. Bisa nebak apa coffee shop itu?

Ya, betul. Tebak aja sendiri. Hehe….

Meski sering melihat plangnya, belum satu kali pun saya mampir. Oya, yang terlihat memang hanya plang hitamnya. Kedai kopinya sendiri tak terlihat.

Bukan karena lokasinya gaib, tapi karena letaknya bukan di tepi jalan raya. Jalan Pulang berada di dalam kompleks perumahan. 

Karena di dalam perumahan ini, yang langsung terbayang oleh saya adalah sebuah tempat ngopi yang tenang. 

Kebetulan hari Kamis tanggal 16 Juni 2022 saya ada keperluan di Puri Dago. Selesai urusan di sana, saya mampir ke Jalan Pulang.

Selain karena penasaran dengan tempatnya, saya juga kangen ngopi-ngopi cantik. 

Terakhir saya ngopi-ngopi itu sehari sebelum Ramadan. Minum kopi jeniper favorit di Coger Madani. 

Di bulan Ramadan saya memang ke Dewaji CoffeeLab, tapi bukan untuk kopi. Yes, untuk bukber alias buka puasa bareng.

Kebetulan lagi niiih, ada tulisan yang masih jauh dari selesai, padahal sudah H-1 deadline. Kalau di rumah kebanyakan ngahuleung. Belum lagi terdistrak dengan pekerjaan ini itu atau direcoki kucing.

Lengkap ya alasan saya. Hehe …. Saya memang punya banyak alasan ke coffee shop. Tapi yang paling sering ya buat numpang kerja.

Dengan semua alasan itu, mampirlah saya ke Jalan Pulang.


Tenang dan Teduh

Ternyata saya hanya perlu mengayun kaki sebanyak beberapa langkah dari mulut Jalan Golf Barat XIII untuk tiba di Jalan Pulang. 

Tenang dan teduh. Begitu kesan pertama yang saya dapat dari Jalan Pulang ini. 

Tempat ngopi murah di Bandung yang nyaman
Kedai kopi di dalam perumahan di Bandung.

Menempati halaman sebuah rumah, tempat ngopi di Bandung ini tampil dengan kesan alami yang sederhana. Beberapa pohon yang menjulang tinggi menjadi peneduh alami.

Sebuah ruang semi outdoor dengan 4 meja serta beberapa meja di area outdoor langsung menyambut. Meja barnya sendiri berada di ruangan indoor, di bagian belakang.

Bagian indoor ini terlihat sederhana saja. Ada satu akuarium besar di satu sisi. Di sisi yang lain ada rak dinding berisi buku. 

Boleh baca-baca, kalau mau. Baca buku, maksud saya. Bukan baca mantra.


Berkumpul di Jalan Pulang

Jalan Pulang baru banget buka ketika saya tiba. Saya pengunjung pertama hari itu. Baristanya malah belum datang. Yang sudah datang dan sedang bersih-bersih adalah Oxal, salah satu pemilik kedai kopi ini.

“Kami membuat Jalan Pulang ini untuk tempat silaturahmi,” ujar Oxal sambil membuat es kopi susu gula aren pesanan saya.

Cerita Oxal kemudian seperti sebuah kisah klasik (atau kisah klise?) pertemanan. Semasa sekolah dan kuliah, mudah saja untuk bertemu dan ngobrol dengan teman-teman. 

Setelah semua lulus kuliah dan bekerja, ngumpul dan ngobrol santai dengan teman-teman akrab menjadi hal yang sulit dilakukan. Masing-masing sudah sibuk dengan pekerjaan atau rumah tangganya.

Begitu pula yang dialami Oxal dan kedua sahabatnya. Mereka dulu sama-sama kuliah di Universitas Maranatha Bandung. 

Dari situ kemudian mereka terpikir untuk memulai usaha kedai kopi. Tentu saja, bukan hanya mereka yang boleh ketemuan dan ngopi-ngopi di sana. Siapa pun bisa. 

coffee shop bandung terdekat di Arcamanik
Jalan Pulang, tempat berkumpul dan bersantai.


Seperti kebiasaan yang saya ceritakan di Jalan-Jalan Si Melankolis, sesaat sebelum ke sana saya cari sedikit informasi tentang Jalan Pulang. Terutama harganya. Jangan sampai menjebol dompet.


Selera Subjektif

Soal selera itu subjektif banget. Kalau sudah subjektif, susah nyari titik akurnya. Bukan titik temu. Lah kalau ketemu tapi malah gelut, buat  apa kan? 

Saya penikmat bubur ayam tidak diaduk, mi bakso kuah bening, seblak level 1, dan lotek rawitnya satu aja. 

Mau begimana pun orang bilang nikmaaat bingit makan bubur ayam diaduk atau mi bakso kuah dengan saos sambal, saya nggak bisa menemukan nikmatnya di mana. 

Tapi ya terserah aja kalau beda selera karena selera tidak bisa diperdebatkan. 

Bagi saya sudah fix, bubur ayam tidak diaduk dan mi bakso kuah bening adalah senikmat-nikmatnya bubur ayam dan mi bakso.

Begitu juga dengan kopi. Alhamdulillaaaah, akhirnya saya balik bahas kopi lagi. Hihi….

Kalau ke kedai kopi, saya suka nanya signature drink atau minuman andalannya. 

Dari pertanyaan itu, dapatlah saya copresso (kopi dengan air kelapa) di The Warung Kopi dan Es Kopi Jeniper di Coger Madani. Kalau ke sana, pesanan saya itu terus. Hehe… Antara telanjur cinta sama males nyobain yang lain.

Tapi kadang-kadang pertanyaan saya berubah jadi, “Kopi apa yang paling laris di sini?”

Begitu juga ketika di Jalan Pulang. Saking bingungnya milih minuman, akhirnya malah nanya kopi yang paling laris.

Ternyata, sama seperti di banyak tempat ngopi di Bandung, minuman yang paling laris manis adalah es kopi susu gula aren. Di kedai kopi ini namanya Jalang alias Jalan Pulang. Harganya Rp18.000.

Eheu…diakronimkan begitu namanya jadi agak-agak gimanaaaa ya terdengarnya. Tapi … oke, deh, saya pesan minuman favorit pengunjung kedai kopi di Arcamanik ini saja.

Tadaaaa … ini dia si Jalang, es kopi susu gula aren favorit sejuta umat.

es kopi susu gula aren
Jalang, es kopi susu gula aren.

Jujur sih, di lidah saya si jalang ini terasa biasa saja. Manis yang cukupan, sedikit terasa kopi, dan segar dingin (ya iyalah, kan pakai es). Enak, tapi nggak istimewa. Sama seperti es kopsus pada umumnya.

Justruuuu  bagi saya Jalang Banana Cream (Rp20.000) lebih enak. Kopi yang manis creamy dengan harum aroma pisang. Bahkan lebih enak dibandingkan sesama banana coffee di salah satu kedai kopi favorit saya di Bandung. Hayoooo…coffee shop yang mana tuuuuh? Wehehe….

Jalan Pulang, tempat ngopi Bandung yang buka sejak pagi.
Jalang banana cream ala Jalan Pulang.


Di daftar menu Jalan Pulang, Jalang Banana Cream ini nggak dikasih kode bintang, alias bukan most wanted. Tapi di indra perasa saya ternyata lebih enak.

Nah, kaaaan. Selera itu benar-benar subjektif dan nggak bisa diperdebatkan. 

Jadi, kalau kalian mampir ke Jalan Pulang, pilih aja yang sesuai selera pribadi. Minuman non-coffee juga banyak, kok. 


Nebeng Kerja di Coffee Shop

Baiklah, kembali ke laptop. Tujuan saya mampir ke Jalan Pulang ini buat numpang nulis, ngejar tenggat waktu yang udah di depan mata. 

Area semi outdoor menjadi incaran saya. Beratap plastik transparan, lalu di bawahnya membentang paranet hitam. Di atas paranet itu ada dedaunan kering yang besar-besar.

Jadinya terang dengan cahaya hidayah, tetapi tidak panas menyilaukan.

Karena lokasi warung kopi ini di dalam kompleks perumahan, udaranya relatif lebih bersih karena nggak banyak kendaraan berlalu-lalang. Ditambah lagi dengan semilir angin.  Wiiih… awas ngantuk!

Dan heeeei, kenalin, ini Mika. Kucing stray yang sering mangkal di Jalan Pulang.

Coffee shop Bandung ala rumahan
Mika, si kucing kedai kopi.


Ngungsi dari rumah biar bisa fokus nulis tanpa direcoki kucing, eh di sini ditempel juga sama kucing. Hehehe… 

Semoga lancarrrr rezeki kedai-kedai kopi yang sayang sama kucing. 


Alamat Jalan Pulang

Kalau Teman-teman sedang di sekitaran Arcamanik – Antapani, lalu pengen ngopi-ngopi santai, cobain deh mampir ke Toko Kopi Jalan Pulang di Jalan Golf Barat XIII No. 4, Kel. Sukamiskin, Kec. Arcamanik, Bandung.

Pada hari biasa Jalan Pulang buka dari jam 10 pagi sampai 10 malam. Pada akhir pekan buka sejak jam 8 pagi hingga 11 malam.

tempat ngopi murah di bandung yang asik buat nugas.
Bisa meet up, nugas, kerja, dan hangout di Jalan Pulang. 


Ada menu makanan juga, kok, seperti dimsum, pisang ponti, bakmi, dan cireng.

Kapan hari itu saya baca tulisan temen blogger di Pontianak tentang pisang goreng Pontianak. Widiiiiw, kabita euy!

Pas lihat ada menu pisang ponti di Jalan Pulang, jadi serasa selangkah lagi untuk mencicipi makanan ini. Sayangnya menu incaran itu pas lagi nggak ada. 

Otentik nggak nih pisang ponti di Jalan Pulang? 

Yaelaaah, nanya lagi. Kan saya belum nyobain. Hehe… Tapi Kang Oxal ini memang orang Pontianak yang merantau di Bandung. Jadi, boleh dooong … berharap dapat rasa yang otentik.

Harganya gimana, Teh?

Terjangkau, kok. Untuk minuman di kisaran Rp 15.000 sampai Rp 25.000. Kalau makanan, sekitar Rp 8.000 – Rp 15.000.

Berikutnya saya ke tempat ngopi di Bandung yang mana lagi, ya? Ada saran? Boleh dong tulis di kolom komentar.

Salam,
Triani Retno A

17 komentar

  1. cafenya unik, suka sama konsep dapurnya, kayak suasana di eropa gitu ya mbak
    memang paling seneng kalau lagi nugas, terus ke cafe dan nemu tempat yang tenang. Tenanggg aja gitu pokoknya, kemungkinan cari ide cepet :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Aku juga suka bagian barnya itu. Simpel tapi cantik. Kayak di film-film.

      Hapus
  2. Aih di area Puri dago ada hidden gema euy, hehehe. Asyik nih meet up ketemu temen atau sekadar nongkrong sambil nyari wangsit yaa. Gak jauh lah ya ini mah masih daerah antapani

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, masih Bandung bagian-deketlah-dari-cinunuk-mah

      Hapus
  3. Aku baca postingan ini serasa baca novel
    Mengalir gitu, terus sampai terasa ademnya suasana di Jalan Pulang
    Jadi pengen ngafe sambil ngelaptop deh
    Dari dulu belum kesampean

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi iyaaa. Sekalian baca novelku juga dong, Mbak. Biar makin afdol :))

      Hapus
  4. Ketemuan, yuk, Mbak. Kayaknya asyik nongkrong di kafe berdua, terus bikin novel duet ... Eaaa XD

    BalasHapus
  5. Tempat ngopinya memang kesannya seperti di rumah kalau ngelihat foto-fotonya mba.
    Mungkin bagi pejalan, mampir ke kedai kopi ini seperti mengingatkan Jalan Pulang.
    Semoga kalau nanti berkunjung ke Bandung bisa mampir ngopi di sini.

    BalasHapus
  6. Ini cafenya unik sekali ya, Mbak Eno. Jalan Pulang. Konsepnya juga menarik. Bisa buat tempat menulis, nih. Makanan dan minuman juga terjangkau. Pas untuk kantong saya hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Prinsip kita deh Mas: Makan minum enak, harga terjangkau, bisa buat kerja, plus bonus jadi konten. Hehe....

      Hapus
  7. kerja di coffe shop emang jalan ninja ya Mbak, aku kalau di rumah itu juga banyak gangguan.
    jalan pulang ini tempatnya nyaman, kayak di rumah, bikin betah yaaa :) terus harganya juga ramah kantong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, apalagi kalau pas baru buka begini. Tenang, enak buat remote worker numpang kerja. Kalau sore ke malam biasanya lumayan rame.

      Hapus
  8. Jalan Pulang, nama yang unik. Dari tempatnya juga emang kelihatan teduh dan nyaman ya. Enak buat nongkrong atau lanjutin tulisan ya Mbak. Harga menunya juga terjangkau. Bisa jadi referensi tempat ngopi nih kalau ke Bndung :)

    BalasHapus
  9. Mau dong diajak nongkrong dan ngopi bareng. Hehe btw, kopinya kenapa kok bernama jalang? Jadi inget jalangkung #eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe....jalang itu akronim dari Jalan Pulang, Mbak :))

      Hapus
  10. Aamiin. Semoga kedai kopi yang sayang sama kucing juga banyak rejekinya. Nyaman banget deh lihat tempatnya.. Saking niat buat dijadiin tempat ketemuan, sampe ada gitar di salah satu foto. Boleh dipake nggak itu Teh?

    BalasHapus

Komentar dimoderasi dulu arena banyaknya spam. Terima kasih sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari tulisan di blog ini.