21 August 2016

Belajar SEO Untuk Pemula Bersama Qwords



Belajar SEO Untuk Pemula Bersama QwordsBelajar SEO Untuk Pemula – Secara singkat, SEO adalah metode pencarian yang efektif untuk menemukan suatu informasi secara cepat. Kurang lebih begitulah yang disampaikan Kang Agit dari Qwords hari Sabtu 13 Agustus 2016.

Disampaikan di urutan terakhir, justru materi tentang SEO inilah yang saya tunggu-tunggu. Ketika membaca informasi tentang Seminar “Strategi Branding Untuk Membangun Identitas Brand” di grup Blogger Bandung, saya langsung mendaftar karena melihat materi ini.


Baru belakangan ini saya sadar ada makhluk bernama SEO. Jadi penasaran pengin tahu dan belajar SEO. Yang dasar-dasar aja, deh.

Saking semangatnya ingin belajar SEO, saya sudah tiba di SMK Bahagia, Bandung, yang menjadi lokasi acara ini pada pukul 07.30. Celingukan di sana karena tidak ada tanda-tanda acara. Ruangan yang akan menjadi tempat acara pun kosong melompong. 

Menurut jadwal, acara dimulai pukul 08.00 tapi ternyata terlambat sekitar 75 menit. Ternyata lagi, materi belajar SEO yang saya tunggu-tunggu diletakkan paling akhir.

Agar Rating Blog Bagus

Punya web atau blog dengan rating bagus tentu menjadi prestise tersendiri. Apalagi kalau tulisan di web/blog kita itu bisa muncul di halaman pertama Google. Jarang-jarang kan ada orang yang mau mencari sampai lebih dari halaman 5, apalagi sampai iseng ke halaman 30?

Lalu, bagaimana caranya agar rating blog bagus? Nah, itu gunanya belajar SEO. Hehehe….

Kang Agit dari Qwords memberikan tips berikut agar rating blog bagus.



Pertama, tulis konten yang relevan. 

Judul, deskripsi, dan isi konten harus sesuai dan unik. Mengenai konten ini, Kang Agit mengingatkan supaya membuat konten yang cepat, tidak bertele-tele, dan link yang dicantumkan di dalam tulisan itu tidak diputar-putar.

Ah, iya banget. Saya sering kesal kalau sedang membaca sebuah artikel di blog lalu ada internal link (link yang menunjuk pada artikel lain di dalam blog itu sendiri) yang ketika diklik menunjukan halaman lain yang harus diklik untuk membaca artikel yang saya butuhkan, lalu klik yang lain lagi, klik lagi, klik lagi. Waktu dan kuota internet jadi terbuang deh. Besok-besoknya jadi males datang ke blog itu lagi. 

Belajar SEO Untuk Pemula Bersama Qwords
Kang Agit,  programmer Qwords berbagi ilmu
tentang belajar SEO.

Kedua, dikenal.


Supaya blog dikenal, pemilik blog harus rajin memperbarui isi blog, rajin promosi, dan melakukan inovasi. Kalau update isi blog hanya setahun sekali ya … kemungkinan besar blog itu akan tenggelam, tidak dikenal oleh siapa-siapa.

Saya pernah nih begini. Sampai-sampai teman saya sesama penulis berkomentar, “Jeng, itu blogmu udah penuh sarang laba-laba. Sebentar lagi jadi hutan belantara tuh.” Hehehe ….

Waktu itu saya boro-boro kepikiran buat belajar SEO. Update isi blog aja mesti nunggu dapat hidayah dulu. Apesnya, si hidayah jarang datang. Jadi benar kata orang bijaksini, hidayah bukan angkot yang ditunggu aja bakal lewat.

Oke, setelah isi blog diperbarui, selanjutnya apa? Promosi. Yup, jangan males mempromosikan blog. Dengan rajin berpromosi, blog kita akan lebih dikenal.
 

Ketiga, dipercaya.



Kalau blog sudah dikenal, tanpa bantuan Mbah Google pun orang bisa langsung datang berkunjung. Lebih-lebih kalau isi blog memang relevan dengan informasi yang dibutuhkan. Kalau isinya cuma curhat-curhat melas, galau, dan nggak penting, orang juga males mau datang.

Untuk mendapatkan kepercayaan ini, Kang Agit dari Qwords mengingatkan agar blogger konsisten memperbarui isi blog, menulis berdasarkan fakta, tidak membuat informasi palsu, dan tidak mengandung unsur yang melanggar aturan.

Backlink yang baik.


Satu hal lagi yang membuat rating blog bagus adalah backlink yang terkait dan tepercaya. Kurang bagus deh kalau blog tentang memasak tapi dapat backlink dari blog otomatif, misalnya.

Untuk mendapatkan backlink ini, Kang Agit menganjurkan untuk rajin berpromosi di media sosial (Facebook, Twitter, Google Plus, Youtube, dll).

Hasil Pencarian Google

Pasti pernah gugling-gugling, kan? Iya, gugling-gugling. Kalau guling-guling mah lain lagi.

Nah, kata Kang Agit yang mengisi acara seminar ini bersama tim Qwords, hasil pencarian di Google ada dua macam. Organic search dan anorganic search.

  • Organic search. Pencarian seperti ini merupakan pencarian murni, tidak diperkuat oleh iklan, dan tidak berbayar alias gratis. Kelemahan pencarian jenis ini adalah konten kadang-kadang diblok jika terindikasi mengandung keanehan. 
  •  Anorganic search. Kebalikan dari pencarian jenis pertama. Pencarian seperti ini sudah dimodifikasi, diperkuat oleh iklan, dan berbayar. Kesalahan pemilihan kata kunci sering menjadi kelemahan pencarian jenis ini. Kalau kata kunci tidak tepat, kemungkinan artikel tersebut tidak akan ditemukan oleh pencari. Duuuh. Udah capek-capek nulis trus informasinya tidak sampai ke orang yang tepat? Sedih banget….



Belajar SEO Untuk Pemula Bersama Qwords
Nggak dikasih mik, sih. jadinya tangan saya siap menerkam :p
Makasih fotonya ya, Qwords :)

Gambar dalam SEO


Dalam pemaparannya, Kang Agit mengatakan bahwa kebanyakan gambar (foto), video, dan sebagainya dalam blog tidak disukai dalam SEO. Masalahnya, kebanyakan foto dan video begini sering bikin blog jadi lama terbukanya. Apalagi kalau internet lola. 

Heu… iya juga, sih. Daripada keburu berlumut nunggu blog itu terbuka, mendingan pindah ke rumah sebelah.

Eh tapi gimana dong kalau kita ikut lomba menulis blog atau menulis review tentang sesuatu yang mengharuskan kita pasang foto-foto. Review tanpa foto… ntar malah dikira hoax. No photo = hoax. Blogger kan akrab nih dengan yang beginian, apalagi yang menjadikan blognya sebagai sumber penghasilan.
 
Sebagai blogger yang baru dapat hidayah (((dapat hidayah))) buat belajar SEO, saya cukup khawatir. Hehehe … blog saya berisi banyak foto, termasuk foto kaver buku-buku saya.

Untuk mengatasi masalah ini, Kang Agit yang merupakan programmer di Qwords ini memberi tips.

  • Untuk posting vektor, gunakan format .png
  • Untuk posting foto (dan ini sering dilakukan oleh blogger), gunakan format .jpeg. Format .jpeg ini lebih ringan daripada .png. Oya, jangan lupa juga untuk me-resize ukuran foto.
  •  Untuk posting video, gunakan format .gif

Gimana kalau telanjur memasang foto-foto yang berukuran besar atau yang formatnya nggak tepat di postingan lama?

Yang seperti itu bisa kok diperbaiki. Unduh foto tersebut (antisipasi saja kalau-kalau tidak punya back up di harddisk atau tempat lain), hapus kenangan tentang dia foto lama itu dari blog, perkecil ukurannya, sesuaikan formatnya, lalu unggah kembali ke blog.

Intinya, jangan sampai foto, video, dan vektor itu membuat blog kita jadi lola dan susah diakses. Nggak mau, kan, blog kita ditinggal kabur oleh calon pengunjung?

Blogger Bandung Belajar SEO Bersama Qwords
Yeni, Santi, Kang Agus, Ayu, saya, Winny, dan Nola. Lendy belum dateng.
Karena acara nggak kunjung dimulai, jadinya foto-foto dulu deh :D

Harus Belajar SEO Lagi
Masih banyak yang harus saya pelajari. Saya harus belajar SEO lagi, setidaknya dasar-dasarnya deh. Mudah-mudahan blog ini bisa terlihat lebih kece di mata Mbah Google.

Terima kasih banyak untuk materi belajar SEO ini, Kang Agit dan Qwords.

(catatan: materi tentang digital branding dari seminar ini akan saya tulis di postingan terpisah).



Salam, 

Triani Retno A
Penulis, Editor, Blogger
www.trianiretno.com
 


Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...