24 December 2016

7 Tips Belanja Hemat



tips-berbelanja-hemat-dan-cermatBelanja Hemat, Belanja Cermat  − Pernah nggak mengalami dari rumah mau belanja apa, eh… sampai tujuan malah belanja yang lain? Yang begitu itu sering bikin kesel sendiri ketika sudah di rumah. Keselnya belakangan, ketika menyadari dompet sudah menipis. Pas belanjanya sih nggak kesel. Hehe…

Supaya nggak kesal dan menyesal kemudian, kita bisa kok berbelanja secara hemat dan cermat.


Tips Belanja Hemat

Yang perlu kita pahami, hemat tidak sama dengan pelit. Hemat berarti berhati-hati dalam membelanjakan uang. Jadi, bukannya sama sekali tidak membelanjakan uang, juga bukan menawar sesadis mungkin demi mendapatkan harga termurah.

Nah, ini dia tips untuk berbelanja hemat.

1. Buat catatan belanja.

Catat apa saja yang akan dibeli dan jumlahnya. Misalnya minyak goreng 2 liter, telur ayam 1 kilogram, dan detergen 1 kilogram.

Ingat, catatan belanja ini jangan sampai tertinggal di rumah, ya.

 

 2. Bawa uang secukupnya.

Dengan membuat catatan belanja, kita bisa mengira-ngira berapa uang yang harus kita keluarkan. Boleh melebihkan uang yang dibawa sekadar untuk berjaga-jaga. Namun, lebihnya tidak sampai berlebihan, lho.

Membawa uang berlebihan cenderung membuat kita tergoda untuk membeli barang yang sebetulnya tidak kita perlukan.

3. Berbelanja mingguan atau bulanan.

Berbelanja bulanan, atau paling tidak mingguan, lebih dianjurkan daripada berbelanja harian. Ongkos transpor atau BBM bisa lebih hemat, penggunaan waktu pun lebih efisien. 

Jika memungkinkan, belilah produk seperti shampo, detergen, atau minyak goreng dalam kemasan besar (bukan kemasan sachet sekali pakai). 

Berbelanja seperti ini lebih hemat karena mencegah kita bolak-balik ke toko gara-gara kehabisan persediaan di rumah.

Begitu juga untuk produk makanan segar seperti buah, sayur, dan daging ayam. Belilah untuk kebutuhan satu minggu sekaligus. Ada baiknya membawa thermal bag supaya belanjaan seperti ayam dingin segar tetap dalam kondisi dingin hingga tiba di rumah. 

Sampai di rumah, jika belum akan memasak, segera masukkan ayam dingin segar ini ke kulkas. Kondisi tetap beku atau tetap di bawah suhu 4 derajat celcius ini dapat mencegah perkembangbiakan bakteri. Dengan begitu, daging ayam tetap segar dan higienis.

 
thermal-bag-untuk-ayam-dingin-segar
Thermal bag. Model tasnya macam-macam, kok.

4. Bandingkan harga.

Bandingkan harga barang-barang yang sejenis. Kalau ukuran dan kualitasnya sebanding, masih perlukah mengejar gengsi dengan membeli barang bermerek ternama?

5. Mencermati diskon dan promo.

Diskon dan promo memang menarik. Namun, tetaplah cermat dalam berbelanja. Tanpa kita sadari, diskon dan promo sering membuat kita berbelanja lebih banyak daripada biasanya. Alasan kita klasik banget, “Mumpung sedang diskon.” Padahal, belum tentu kita benar-benar membutuhkan barang tersebut.

Selain itu, tak jarang ada jebakan Batman dalam diskon ini. Ada toko-toko yang nakal menaikkan harga barang sampai dua kali lipat sebelum kemudian mendiskonnya. Kita merasa mendapat diskon besar, padahal sebenarnya tetap membeli dengan harga awal.

Btw, bawa smartphone, kan? Nah, langsung saja cek harga barang itu di internet.

 

6. Makan dulu sebelum berbelanja.

Perut lapar sering membuat kita tergoda untuk membeli makanan lebih banyak daripada yang kita perlukan. Atau… malah tergoda untuk mampir ke resto setelah selesai berbelanja.

Ini, sih, berbelanjanya hemat tapi boros di acara makan-makannya.

7. Berbelanja di tempat terdekat.

Ini akan membuat kita menghemat bahan bakar atau ongkos transpor. Kalau di depan kompleks ada toko yang cukup lengkap dan harganya relatif murah, kenapa harus jauh-jauh ke hypermarket ternama? Selain biaya transpor, perhitungkan juga waktu dan kemacetan.

Naaah, ternyata bisa, kan, berbelanja hemat. Omong-omong, selama ini poin mana, nih, yang paliiing sering tidak dilakukan?





Triani Retno A
Penulis, Editor, Blogger
www.trianiretno.com


Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

No comments :

Post a Comment

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...