15 September 2018

Jalan-Jalan Nyaman dan Cantik


Sepatu Bordir AieshaKe luar kota dua hari? Zaman masih mahasiswi dulu sih saya cukup bawa satu tas pinggang berisi daleman, sikat gigi lipat, odol ukuran kecil, deodoran, uang, KTP, tisu, dan satu kerudung ganti. Eheuks … emang rada kebangetan sih cueknya. 

Sekarang? Pernah saya ke luar kota beberapa hari cuma bawa satu ransel. Teman sekamar saya bawa satu koper dan satu traveling bag berukuran sedang. Dan kami sama-sama ketawa takjub.


“Kok bisa bawa sebanyak itu?”
“Kok bisa bawa sesedikit itu?”
Hehehe….

Praktis Tapi Lengkap

Sebenernya sih itu karena saya malas bawa barang banyak-banyak. Sebisa mungkin membawa barang yang multifungsi saja supaya ringkes.

Misalnya, nih. Saya kan berhijab dan biasa pakai baju model three pieces: atasan, bawahan, dan outer.  Supaya ringkes, saya membawa 2-3 helai pasmina. Pasmina panjang bisa dipakai sebagai kerudung, syal, kardigan (outer), dan sajadah. Pasmina instan dipakai sebagai kerudung, juga bisa dijadikan outer

Tapi sebenernya saya sudah tidak secuek dulu, kok. Apalagi kalau pergi sama anak-anak. Masih mending sih anak-anak cukup mewarisi gen kecuekan mami mereka ini. Si kakak mah yang penting bawa pouch berisi make up.

Si adek? Dia mah begitu diizinkan untuk pakai sandal jepit aja selama perjalanan udah tenang. Nggak betah dia kalau mesti pakai sepatu lama-lama.

Sandal Jepit Vs Sepatu

Sama seperti si bungsu, saya juga anggota klan pencinta sandal jepit. Hehe… Beda sama si kakak yang pencinta sepatu.

Masalah alas kaki ini jadi perhatian khusus bagi saya. Bukan apa-apa. Terakhir jalan-jalan ke luar kota dengan anak-anak, ujung jari-jari kaki saya sakit karena sepatu yang kurang nyaman. 

Repot banget kalau kaki sampai sakit begitu. Acara jalan-jalan bisa terganggu. 

Ketika akan ke Gombong, terpikir sih buat pakai sandal jepit aja seperti si adek. Wihhh… bakal bebas merdeka banget tuh rasanya. Tapi… ke sana itu, kan, bukan sekadar jalan-jalan ke tempat wisata. Ke sana itu juga untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar. Please atuh, masa pakai sandal jepit?

Dengan pertimbangan itu, akhirnya saya pakai sepatu bordir. Casual tapi cantik. Pantes buat jalan-jalan dan  bertamu.


Sepatu Bordir Aiesha
Sepatu bordir Aiesha nyaman banget buat jalan-jalan.
Lokasi: Benteng Van der Wijck.
Dalam pikiran saya, kalau nanti kaki menjerit lagi, saya langsung saja beli sandal jepit.

Dan… you know ... kaki saya aman damai bahagia, nggak pakai menjerit sakit. Asik-asik aja dibawa jalan kaki berkeliling dan naik turun Benteng Van der Wijck. 

Baca juga: Benteng Van der Wijck, Wisata Sejarah di Gombong.



Sepatu Bordir Aiesha

Nah, ini dia sepatu bordir yang saya pakai. Cantik, ya? Sepatu bordir Aiesha ini handmade, karya anak bangsa. Motif dan pilihan warnanya macem-macem. Ada yang cerah, ada yang kalem elegan.
Sepatu Bordir Aiesha
Sepatu bordir Aiesha. Cantik dan nyaman dipakai.
Lokasi: Hotel Permata, Gombong.


Selain motif bordirannya yang cantik dan bergaya etnis, saya suka solnya yang dari karet tebal dan kuat. Cocok buat saya yang suka jalan cepat. Nggak khawatir kepleset. Cantiknya dapat, nyamannya juga dapat. 

Selain yang bordir, Aiesha juga punya sepatu sulam. Sayangnya sepatu sulam yang saya inginkan pas lagi nggak ada nomornya.

Omong-omong nomor sepatu, saya sebenarnya agak ngeri-ngeri kalau beli sepatu secara online. Ngeri kalau ternyata nggak cukup. Kaki saya ukuran 40 tapi kurus. Kecil panjang. (FYI, tinggi saya 161 cm dengan berat secukupnya). Seringnya dapat nomor 40 tapi lebar. Atau malah nomor tercantum 40 tapi ternyata nggak muat di kaki. 

Jadi, sebelum pesen sepatu bordir yang bikin saya jatuh cinta pada padangan pertama ini, saya chat dulu. Ini penjelasan dari owner-nya, Kak Nina Adrina.

Sepatu Bordir Aiesha
Sepatu bordir Aiesha, tersedia sampai nomor 43.
Lokasi: Roemah Martha Tilaar.

  • Sepatu bordir Aiesha ini tersedia dari nomor 36 sampai 43.
  • Kalau biasa pakai pakai kaus kaki, sebaiknya pesan sepatu bordir Aiesha satu-dua nomor di atas nomor sepatu yang biasa dipakai. Plus satu nomor kalau biasa pakai kaus kaki tipis. Plus dua nomor kalau pakai kaus kaki yang agak tebal
  • Sepatu bordir ini semakin lama dipakai akan terasa semakin lembut.

Nah, berbekal penjelasan seperti itu saya memesan sepatu nomor 42 karena kaus kaki saya kan agak tebal. 

Baca Juga: Jalan-Jalan Asik Tanpa Toxic.


Gimana kalau sepatu ini kotor? Gampang. Bisa dicuci manual, bisa juga pakai mesin cuci. Nanti menjemurnya diangin-anginkan saja. Jangan dijemur langsung di bawah sinar matahari, apalagi langsung ke matahari. 😀

Langsung aja deh meluncur ke Instagram @sepatu_bordir_aiesha untuk melihat stok terbaru. Motif bordiran dan sulamannya juga selalu diperbarui. 

Untuk harga, sepatu bordir seperti yang saya pakai itu Rp 85.000. Kalau sepatu sulam Rp 95.000 dan sepatu anak-anak Rp 75.000.


Sepatu Bordir Aiesha
Motif dan warna bordirnya beragam. Cantik semuanya.
Lokasi: Roemah Martha Tilaar.


Harga eceran? Memangnya ada harga grosiran? Adaaaa. Sepatu Bordir Aiesha juga membuka peluang untuk jadi reseller dan dropshipper, lho. Eh, emh… saya sekalian jadi dropshipper aja kali, ya? Sepatunya keren banget, sih.


Salam,

Triani Retno A
Penulis, Editor, Blogger

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter