30 January 2018

Jus Buhun dan Gurame Bakar di Saung Legit



Saung Legit Bandung
Sebenarnya saya udah cukup lama mendengar tentang Saung Legit ini. Beberapa teman penulis di kawasan Bandung Timur cukup sering menyebut nama rumah makan Sunda yang satu ini.

Tapi ya gitu, deh. Belum dapat hidayah buat ke sana meski sering lewat. Untunglah akhirnya hidayah itu datang juga 😇

Generasi Ketiga

Berlokasi di pinggir jalan raya di kawasan Cipadung, dari luar Saung Legit ini tampak biasa banget. Tampak besar, memang, tetapi seperti rumah biasa yang dihuni turun-temurun saja.

Kesan itu tak terlalu meleset ternyata. Saung Legit ini telah berdiri di sini sejak tahun 1963.


Saung Legit Bandung
Saung Legit tempo doeloe. Foto-foto jadul Saung Legit
terpasang di dinding ruang depan.

“Sejak jalan di sini masih sepi, Teh. Masih jalan tanah. Mobil juga baru satu-dua. Banyaknya andong,” kata si mamang parkir. “Sekarang mah udah rame.”

Eh heuheu… mungkin sejak kawasan ini masih jadi “tempat jin buang anak” saking sepinya. Oya, dari Ujungberung, Cipadung ini masih ke arah timur lagi. Tak terlalu jauh dari kampus UIN Sunan Gunung Djati di Cibiru.

Dijalankan secara turun-temurun, Saung Legit sekarang dipegang oleh generasi ketiga. Masih setia dengan masakan khas Sunda resep buhun. Tapi sekarang dengan tambahan free wifi. Hehe….

Masuk ke Saung Legit, kami disambut oleh dua orang pegawai. Mempersilakan kami memilih duduk di ruang depan yang luas dan penuh meja kursi tapi agak redup, di ruang tengah yang juga redup, atau di saung.

Jelas, dong, kami memilih saung biar lebih terasa “Saung Legit”nya.


Saung Legit Bandung
Ruang depan Saung Legit. Secara keseluruhan,
rumah akan bernuansa tempo doeloe ini cukup besar.
Bisa dipakai untuk resepsi nikah juga.


Ada enam saung di dalam. Kami memilih Saung 1, tapi kemudian pindah ke Saung 3 karena panas matahari pas jatuh ke Saung 1. Iya, terang buat foto-foto tapi lama-lama panas, euy. 

Sempat nyengir sih waktu lihat nomor-nomor saung. S1 sampai S6. Teringat teman saya, Mbak Sri Widyastuti, yang sering menyebut anak-anaknya dengan nama S1, S2, S3, S4, S5, dan S6.


Menu Andalan Saung Legit

Kalau memungkinkan, tiap bersantap di kafe atau rumah makan, saya memilih makanan dan minuman andalan. Tidak memungkinkan kalau harganya terlalu mahal atau badan saya tidak bisa menerima makanan itu.

Waktu meet up (dan ditraktir) editor saya di Dakken Café, misalnya. Padahal kesempatan banget tuh untuk mencicipi steak andalan mereka. Tapi saya melewatkan kesempatan itu karena masalah kesehatan. Gimana di Saung Legit ini?

Aman! Hehehe…. Makanan andalan di Saung Legit ini adalah gurame bakar plus sambal cobek. 

Sayangnya, si Teteh yang melayani kami tidak bisa menjelaskan sebesar apa ikan guramenya. Hanya menyebut, “Ya segitu.” Duh. Segitu tuh sebesar apa, Teh? Sebesar rinduku padanya?

Jadi ragu-ragu, nih. Bakal cukup nggak, ya, buat bertiga? Apa pesen menu lain juga?

Tapi kemudian saya putuskan untuk menunggu saja. Kalau ternyata kecil, ya tinggal pesan makanan yang lain. 

Saung Legit Bandung
Pemandangan taman belakang dari atas saung.

Legit dan Sehat

Ikan gurame bakar yang diantar ke meja kami ternyata berukuran cukup besar. Lebih dari cukup untuk kami bertiga (kepala ikannya saya bungkus untuk kucing-kucing di rumah).

Hm…. memang tepat jika gurame bakar dan sambal cobek ini menjadi andalan Saung Legit. 

Gurame bakarnya terasa empuk dan cukup gurih. Dan… sambalnya bikin ketagihan. Bagi saya yang kurang suka pedas, rasa sambal ini tergolong ramah. Segar dengan rasa cabe, jahe, dan kemangi. Apalagi ketika ada cacahan jahe yang tergigit. Semriwing.


 
Gurame bakar dan sambal cobek Saung Legit Bandung
Gurame bakar dan sambal cobek semriwing yang nggak pakai cobek.

Saya sempat berpikir, sambal cobek ini disajikan dalam cobek mungil. Tapi ternyata dugaan saya salah. Biarlah. Toh yang dimakan itu sambalnya, bukan wadahnya *yakali kuda lumping*

Makan melulu… nggak minum, Ceu?

Ya minumlah. Si kakak memesan iced lychee tea, si adek iced chocolate, dan saya jus buhun jadi sehat. Jus buhun jadi sehat ini adalah minuman andalan Saung Legit. Terbuat dari sawi dan nanas. 

 
Jus buhun sawi nanas Saung Legit Bandung
Ini dia jus bukun jadi sehat andalan Saung Legit.


Emh… ini pertama kalinya saya minum jus sawi. Sempat ragu-ragu, sih. Tapi… coba aja. Apalagi katanya jus ini bagus buat menurunkan kolesterol.
Dan ternyata… saya suka! Hihi…. Alhamdulillah.


Harga Makanan dan Minuman

Pengen tahu berapa harga makanan dan minuman di Saung Legit ini? 

Untuk minuman di kisaran Rp15.000 - Rp 30.000. Makanan dibandrol Rp 20.000 - Rp75.000. Untuk gurame goreng, gurame bakar, gurame krispi, dan pepes ikan mas dihitung per 100 gram berat ikan. 



Bagi kantong saya, terus terang cukup mahal. Tapi karena dari rumah sudah diniatkan untuk menyenangkan anak-anak yang tahun ini lagi-lagi belum bisa berlibur ke luar kota, ya tutup mata aja deh dengan harganya. Lagi pula tempatnya memang nyaman, makanan dan minumannya pun enak. Ikan guramenya fresh, baru diambil dari kolam.

Oya, kalau datang ke Saung Legit ini dalam keadaan lapar berat atau terburu-buru, sebaiknya jangan pesan ikan bakar. Agak lama nunggu, soalnya.  

Kalau kami kemarin, sih, nyantai dan kebetulan pas rumah makan lagi sepi. Jadi waktu menunggu itu nggak terasa.

Saung Legit Bandung
Karena kemarin pas sepi, jadi bisa leluasa main eh foto-foto begini 😀

Akses Menuju Lokasi

Jika menggunakan kendaraan umum, tak sulit kok menemukan saung Legit yang beralamat di Jl. A.H Nasution 423 Cipadung. Kalau dari arah Cicaheum, berada di kiri jalan, sekitar 300 meter setelah Transmart Cipadung.

Bus Damri Kebon Kelapa – Cibiru, Leuwipanjang – Cibiru, dan angkot Cicaheum – Cileunyi lewat persis di depan RM Saung Legit ini.

Kalau naik ojek online dari arah kota, sabar aja. Tak sedikit sopir ojol yang menolak mengantar penumpang ke daerah timur ini. Zona merah, katanya. Tapi sebenernya mah nggak segitu-gitunya juga.

  
Penulis buku di Saung Legit Bandung
Cuma mau bilang, Sarah Ann dan Triani Retno yang nulis buku-buku ini
pernah makan-makan di Saung Legit. 😍




Oya, untuk yang belum pernah main ke ujung timur Kota Bandung ini, ancer-ancernya Cipadung, ya. Jangan nyari dari nomor bangunan. Bisa migrain campur stres melihat penomoran di jalan yang panjangnya hampir 10 kilometer ini.

Selamat menikmati Bandung. Keep Bandung clean and beautiful, ya.

Salam,
Triani Retno A
Penulis, Editor, Blogger

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter