26 June 2017

Kangen Ngebakso Saat Lebaran?



Kangen Ngebakso Saat Lebaran?Ada satu “keanehan” yang terjadi dari tahun ke tahun. Menjelang Lebaran sibuk masak ketupat plus lauk pauknya: opor ayam, rendang, sambal goreng ati, rawon, dan sebagainya. Tapi 1 Syawal belum juga berlalu, sudah sibuk mencari… mi bakso!

Hayo….siapa yang begitu? Hehe… trus ngapain kemarin sibuk masak? Saya? Nggak saya mah. Menjelang Lebaran masih sibuk ngurus naskah klien. Boro-boro deh masak. 😊


1 Syawal kemarin, sepulang silaturahmi ke rumah sesepuh, kami meluncur ke sebuah warung bakso yang katanya terkenal enak. Kebetulan sedang di sini. Kalau sengaja dari rumah sih… ogah. Jauh, Men! Bisa keburu tua di jalan ntar.

Ekspektasi saya pun melambung tinggi. Mumpung asam urat dan kolesterol lagi normal, bolehlah makan daging merah.

Berburu Bakso Saat Lebaran

Rupanya ekspektasi saya ketinggian. Mungkin karena kami datang pada saat yang tidak tepat: 1 Syawal. Saat banyak orang kangen ngebakso.

Saya nggak akan mengulas warung bakso yang kabarnya telah berdiri selama ratusan purnama ini. Saya cuma mau kasih sedikit tips untuk yang ingin melepas rindu pada semangkuk bakso.

1. Sadarilah bahwa ngebakso pada Hari Lebaran bukanlah sesuatu yang wajib.

Hehe… lebay, ya? Tapi kali aja kan ada yang mikir begitu. Seperti ada yang beranggapan bahwa wajib banget masak ketupat dan opor untuk menu Lebaran.

Kalau kamu nggak sedang ngidam level maksimum, kalau di rumah ada banyak hidangan lain, ngebakso bisa besok-besok aja.

2. Antrean panjang

Bersiaplah mengantre jika membeli bakso pada 1 Syawal. Antrean panjang adalah jaminan rasa yang enak? 

Hm… susah menjawabnya. Bagi saya, rasa enak atau tidak enak adalah faktor subjektif. Teman saya bilang “enak banget” pada bakso berisi sambal. Saya yang tidak suka pedas jelas memilih yang tanpa sambal. Bisa huek-huek kalau dikasih bakso pedas.

Jadi, kalau baru pertama kali membeli di suatu warung bakso, jaga ekspektasi saja supaya tidak kecewa nantinya.

3. Bawa minum dalam botol, terutama jika ada anak kecil.

Kebanyakan warung bakso tidak melarang pengunjung membawa minuman dari luar (kecuali mungkin warung bakso berkonsep kafe). Paling nggak air mineral deh.

Pengalaman aja, nih. Saking buanyaknya pengunjung, kemarin minuman yang kami pesan baru datang setelah mi dan bakso di mangkok hampir habis dan anak-anak kecil sudah rewel ingin minum (yang bukan kuah bakso).

4. Nggak usah kebanyakan special request

Tanpa special request saja, yamin kuah yang kami pesan kemarin rasanya sudah nggak kompak. Di mangkuk saya, mi dan kuah sama-sama asin banget. Di mangkuk ponakan saya rasanya manis pedas. Di mangkuk ibu saya mi berasa asin tapi kuah hambar. Begitu juga dengan baksonya. Beda-beda meski pesenan sama: mi yamin kuah. 

Kebayang ya kalo yang pesen macem-macam: nggak usah pake bawang goreng, nggak usah pakai seledri, sawinya dibanyakin, jangan pakai lada, jangan pakai kenangan pada mantan....

5. Ngobrol, Foto-Foto dan Online

Kalau mau melakukan ketiga hal ini sebaiknya ketika sedang menunggu makanan, bukan ketika selesai makan. Kasihan yang sedang mengantre, menunggu ada meja kosong.

Kangen Ngebakso Saat Lebaran?
Yamin kuah.

6. Take Away

Kalau jarak antara rumah dan warung bakso cuma sekedipan mata, ada baiknya memesan bakso untuk dibungkus saja. Jadi cuma perlu menunggu satu kali: menunggu pesanan diracik. Kalau makan di lokasi kan, harus menunggu sampai ada meja-kursi kosong juga.

Bagi saya yang makan dengan kecepatan woles-woles aja, antrean menunggu meja kosong itu sungguh membinasakan nafsu makan.

Selamat ngebakso.


Triani Retno A
Penulis, Editor, Blogger
www.trianiretno.com
 

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

No comments :

Post a Comment

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...