25 October 2015

Lapis Sumedang, Metamorfosis Ubi Cilembu

<img alt='image' title='image' src='lapis-sumedang.jpg' />
Lapis Sumedang
Beberapa waktu lalu saya mendapat oleh-oleh Lapis Sumedang Kartika Rasa dari seorang mahasiswa yang sedang penelitian untuk tesisnya. Alhamdulillah. 


Kemasannya eye catching banget. Lengkap dengan logo halal dari MUI. Well, sebagai muslim, tentu kehalalan makanan ini menjadi faktor yang sangat penting. Apakah rasa Lapis Sumedang ini sekece kemasannya? Mari kita buka.
Taraaaa. Ini dia. Lapis Sumedang original yang bertabur keju parut dan Lapis Sumedang cokelat dengan topping cokelat yang diparut kasar. Warna si lapis original seperti warna kotaknya. Kuning ungu. Bagaimana rasanya?

Lapis Sumedang original bertabur keju.
Lapis Sumedang cokelat dengan topping cokelat parut.

Baca Juga: Awug, Kue Tradisional Khas Bandung


Susah Berhenti!

Hehehe.... begitulah yang saya rasakan ketika mencicipi dua varian rasa Lapis Sumedang ini. Susah berhenti. Tekstur lapisnya lembut, manisnya juga pas di lidah saya. Nggak terlalu manis, tapi justru ini yang saya suka. Kan saya sendiri udah manis. Eaaa....! *dilempar talenan* Topping-nya juga banyak tetapi nggak sampai kategori berlebihan yang bikin enek.

Yang istimewa, ketika mengunyah penganan ini terasa potongan-potongan kecil ubi cilembu yang lembut. Wow. Selain itu, karena dibuat dengan menggunakan tepung terigu, tepung ubi, dan sari pati ubi cilembu, rasa ubinya pun terasa. Tidak dominan tetapi tetap menyapa lidah.

Bagi yang belum tahu, ubi cilembu ini lain daripada ubi biasa. Teksturnya lembut dan rasanya manis. Ubi jalar yang berasal dari Desa Cilembu, Sumedang, ini biasanya dijual mentah atau yang sudah dioven. Harganya lebih mahal daripada ubi-ubi jalar umumnya.


Ada potongan ubi cilembu yang empuk dan manis.

Di tangan Kartika Rasa, ubi cilembu ini diolah menjadi penganan yang sedap, berpenampilan keren, dan sangat pantas dijadikan sebagai buah tangan.



Kartika Rasa

Tanggal 24 Oktober kemarin saya ke Jatinangor untuk menghadiri acara Reuni Akbar JIP (DIIP) Fikom Unpad. Sebelum saya berangkat, anak sulung saya yang sedang demam pesen supaya dibeliin Lapis Sumedang. Katanya lidahnya pahit dan pengin makan yang manis-manis.

Mumpung ke kampus Fikom Unpad Jatinangor buat reuni,
pulangnya mampir ke Lapis Sumedang Kartika Rasa :)


Hampiiiir aja lupa saking seneng dan serunya berkumpul dengan teman-teman lama. Untung saja tiba-tiba teringat ketika kami sedang dalam perjalanan pulang. Hehehe...teringat pada saat yang tepat. Telat dikit aja kayaknya udah kebablasan, deh. Lebih-lebih karena toko kue ini kecil saja. Untungnya papan nama yang besar dan berwarna seperti kotak kemasannya menjadi penunjuk yang bagus.

Meski kecil, ternyata tempatnya menyenangkan. Seperti sebuah rumah yang rapi dan... banyak makanan enaknya. Hehehe.... Begitu masuk, pandangan saya langsung tertuju pada kotak-kotak kemasan yang sudah saya kenal. Waaa.... ini dia yang saya cari. 

Tak cuma Lapis Sumedang yang dipajang di etalase.

Ternyata, yang dijual di sini nggak cuma bolu lapis. Ada beberapa camilan lain yang bisa dilirik, misalnya makaroni panggang. Tapi teteuuup... yang mendominasi etalase ya kemasan ungu kuning si Lapis Sumedang.


Beraneka varian rasa dan topping Lapis Sumedang.

Lapis Sumedang Kartika Rasa ini memiliki banyak varian rasa. Semua dibandrol dengan harga Rp30.000. Saya udah pernah nyoba yang original. Sekarang saya pengin nyoba yang green tea. Bagi anak sulung saya, musim tergila-gila green tea belum berlalu. Hehehe.... 

Sayangnya, si lapis green tea ini belum mateng. Penginnya sih nungguin sampai mateng. Kayaknya asyik juga duduk-duduk manis di sini sambil menunggu si kue idaman mateng.


Ruang Kartika Rasa yang bernuansa jadul.
  
Tapi teringat teman-teman saya yang menunggu di luar untuk meneruskan acara reuni sambil makan siang. Bisa-bisa mereka yang mateng gara-gara nungguin saya :D Jadi, saya putuskan untuk membeli Lapis Sumedang Blasteran Chocolate Blackforest aja.

Baca Juga: Icip-Icip Dessert di The 101 Hotel

Kemasan

Yang menurut saya unik juga adalah kotak kemasannya. Selain warnanya yang eye catching, kotak kemasan ini sarat dengan informasi. Di tiga sisi sih standar, berisi informasi tentang komposisi, saran penyimpanan dan tanggal kedaluwarsa, plus akun-akun medsos dan pin BBM-nya. Di sisi yang keempat ada informasi tentang Monumen Lingga Sumedang, lengkap dengan fotonya. 

Belum cukup itu, di sisi bawah kotak kemasan ini ada informasi tentang manfaaat ubi cilembu bagi kesehatan. Patut diapresiasi nih yang begini. Cuma, menurut saya info di bagian bawah itu terlalu penuh. Selain itu, kalau pembelinya nggak keisengan seperti saya, sepertinya nggak bakal nyadar deh ada informasi menarik di bagian bawah kotak ini. Jadi sia-sia, kan, infonya?

Kemasan Lapis Sumedang yang informatif.

Selain itu, kenapa info tentang Monumen Lingga yang ditampilkan, ya? Kalau tujuannya untuk oleh-oleh, kenapa nggak cerita dikiiit aja tentang si ubi cilembu itu. Tumbuh di mana, gimana keadaan Desa Cilembu itu, dsb. Infonya dikit aja. Kalo kebanyakan ntar jadi buku. :) *Kalo untuk buku, saya mau kok jadi cowriter atau editornya #ehhhh.... :D



Strategis

Meski Kartika Rasa ini tak besar, tempatnya cukup strategis. Terletak di tepi jalan raya yang menghubungkan Cileunyi dengan Jatinangor. Tepatnya di Jalan Raya Jatinangor No. 38. Kalau dari arah Cileunyi, toko ini berada di sebelah kanan jalan. 

Kalau ke Jatinangor atau melewati Jatinangor, cobain deh mampir ke sini untuk membeli oleh-oleh khas Sumedang ini. Kata si Teteh yang kemarin melayani saya, Lapis Sumedang Kartika Rasa ini nggak punya cabang. Jadi, langsung ke sini aja kalau kepengin mencicipi si manis ini. Atau mau kepo-kepoin medsos mereka dulu? Bisaaaa. Akun FB, Twitter, dan Instagramnya: Lapis Sumedang. BBM 266A16F0.

Hei, siapa tau suatu hari nanti kita ketemu di sana pas saya juga lagi beli Lapis Sumedang ini. Hehehe... masih penasaran dengan yang green tea, euy.... :D

Lapis Sumedang Blasteran Chocolate Blackforest.
***
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...